Dewan Kota Kupang Minta Pemkot Segera Tutup Tempat Prostitusi Citra Dan KLI


Foto : Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Padron Paulu Bersama Istri Usai Acara Pelantikan Pimpinan DPRD Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pasca ditutup dan dipulangkan Pekerja S3x Komerial (PSK) di tempat lokalisasi Karang Dempel Tanau Kota Kupang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Padron Paulus desak Pemkot Kupang agar segera tutup tempat prostitusi yang berkedok ijin hotel seperti Citra dan Kelapa Lima Indah. Menurutnya, aksi penutupan tempat lokalisasi di Kota Kupang yang dilakukan oleh Pemkot Kupang agar tidak terkesan tebang pilih. “Tempat lokalisasi Karang Dempem Pemkot sudah tutup, bahkan PSK seluruhnya sudah dieksekusi. Tapi kenapa PSK di Citra dan di Kelapa Lima Indah tidak dieksekusi juga. Jangan sampai ada udang dibalik batu atara Pemkot Kupang dan pemilik hotel,” kata Politisi Nasdem itu kepada wartawan usai dirinya dilantik jadi Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang di Aula Garuda Gedung DPRD Kota Kupang, Senin 7 Oktober 2019.

Dia menilai tempat prostitusi yang berkedok hotel seperti Citra dan Kelapa Lima Indah tersebut bukan lagi tempat prostitusi terselubung tapi hotel yang dijadikan kegiatan esek – esek yang sudah diketahui seluruh warga Kota Kupang bahkan warga NTT. Sehinga tempat tersebut wajib hukumnya harus ditutup seperti KD. “Status Hotel Citra dan Kelapa Lima Indah itu sama dengan KD. Yang mana semua hanya mengabtongi ijin penginapan saja. Yang jadi beda KD itu ijin Losmen Citra dan Kelapa Lima Indah itu ijin Hotel. Jadi pantas Citra dan Kelapa Lima Indah itu juga ditutup seperti KD. Jangan KD Pemkot tutup sedangkan Citra dan Kelapa Lima Indah dibiarkan beraktifitas terus. Itu namanya tidak adil,” ungkap Padron.

Dia menambahkan, sangat disayangkan apabila tempat tersebut karena di Kota Kupang tidak memiliki ijin untuk tempat lokalisasi. Dan posisi keberadaan bangunan yang dekat dengan alun – alun yang saat ini sedang dibangun oleh Pemkot Kupang. “Masa ada tempat esek – esek didekat alun – alun kota. Itu sama saja kita merusak moral anak – anak kita. Sebab, alun – alun itu dibuat untuk tempat bermain anak – anak dan keluarga. Jadi saya rasa tidak etislah kalau di dekat alun – alun ada tempat aktifitas esek – esek,” ujar Padron

Sementara itu Wakil Wali Kota Kupang Hermanusman yang dikonfirmasi awak media, dia mengatakan, sudah dipastikan Citra dan Kelapa Lima Indah juga akan ditutup oleh Pemkot Kupang. Menurutnya pemerintah memiliki Sat Pol PP sebagai penegakan Peraturan Daerah (Perda). “Kalau ada yang melangar Perda ya itu tugas Pol PP. Dan saya suruh Pol PP operasi secara diam – diam. Namun, apabila ada aktifitas prostitusi pasti kita suruh tutup saja. Saya sudah perintahkan Pol PP untuk turun pantau terus,” ungkap Hermanus. (*hayer)