Di Rote Suami Jadi Dalang Pembunuhan Istri, Diduga Karena Cinta Segitiga


Zonalinenews.Com – Ba’a., Polres Rote Ndao berhasil menangani kasus penembakan gelap di Desa Oebela Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao, pada 20 Agustus 2019.

Atas kasus penembakan ini mengakibatkan Marince Ndun menghembuskan Nafas terkahirnya. Korban adalah mantan Istri Kepala Desa Oebela Yakni yang merupakan istri sah dari Marthen Luter Adu alias MLA.

Dalam penyelidikan, Polres Rote Ndao menetapkan 3 (tiga) orang tersangka pembunuhan berencana sesuai rumusan pasal 340 KUHP Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman Pidana hukuman mati atau Penjara seumur hidup atau pidana penjara sekurangnya 20 tahun serta pasal 1ayat (1) undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Memiliki, Menguasai, Menggunakan, Senjata Api Rakitan Secara Ilegal.

Ke- 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Marten Luter Adu alias MLA (suami korban), Dina Henuk alias DH (selingkuhannya MLA) dan Efraim Lau alias ML (Eksekutor) dan Kini ketiga tersangka mendekam di tahanan Polres Rote Ndao

“Sesuai hasil penyelidikan terungkap melalui saksi petunjuk dan hasil olah TKP  ditemukan cukup bukti bahwa Tersangka EL yang menghabisi nyawa korban (Marince Ndun) menggunakan senjata api rakitan miliknya atas perencanaan bersama suami Korban (MLA) dan DH dengan bayaran Rp 18 Juta, “kata Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,S.IK,M,SI saat menggelar Jumpa Pers di Mapolres Rote Ndao, Selasa 08 Oktober 2019, pukul 15:41WITA.

Lanjutnya, barang bukti yang disita aparat Polres Rote Ndao yaitu sebanyak 26 barang bukti diantaranya:1 pucuk senjata api rakitan laras panjang, 1lembar baju kos oblong lengan pendek berwarna merah terdapat motif bunga dan terdapat darah milik korban Marince Ndun, satu lembar celana panjang kain berwarna merah putih bermotif garis-garis terdapat darah milik korban Marince Ndun, satu lembar celana dalam wanita berwarna hitam terdapat darah milik korban Marince Ndun,1 unit hendphone Nokia warna merah model RM-1133 dengan ImeI 1:356899070543108, ImeI 2:56899070543116 dan lain-lain.

Untuk motifnya, kata Kapolres menjelaskan berawal dari cinta lama bersemi kembali (CLBK) Kemudian DH meminta bantuan tersangka EL untuk membunuh korban dengan imbalan Rp 18 juta, dan EL menyetujui permintaan tersebut kemudian EL menerima uang tunai Rp 18 juta dari DH pada awal bulan Juni 2019.

Tersangka MLA (suami korban) merencanakan pembunuhan terhadap istrinya dikarenakan MLA dan DH menjalani hubungan cinta terlarang alias”cinta segi tiga” dan Tersangka EL menembak korban dengan menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpira) milik Pelaku sendiri yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

Penyidik melakukan penyelidikan selama 42 hari yang dipimpin oleh ketua Tim AKP Andreas Mananfe kabag Sumda, Iptu Wahyu A.A Septyan selaku Kasat Reskrim dan tidak terlepas dari dukungan penuh Kapolsek Rote Barat Laut Ipda Yames Jems Mbau,S.sos.(*Tony)