Expo Sidang Raya GMIT, Stand Klasis Altar Sediakan Kue Rambut daun Kelor


Zonalinenews-Kupang;- Stand Klasis Alor Tengah Utara (Altar) di Expo sidang Raya sinode GMIT ke XXXIV 15-22 Oktober 2019, di GMIT Paulus Naikoten, klasis kota Kupang, sediakan berbagai macam makanan khas Alor-NTT, satu diataranya kue rambut yang terbuat dari daun kelor.

Marsalina Hanna Malko,S.Th. calon vicaris GMIT Paulus Baumi klasis Altar, saat dijumpai awak media ketika menjaga stand, menyampaikan, sidang raya GMIT kali ini memberi warna tersendiri. Sebab, setiap klasis diberi kesempatam untuk menampilkan karya-karya hebat dari jemaat. “Sidang klasis kali ini bagus, karena memberi ruang bagi jemaat untuk menyediakan kreativitas jemaat” Papar Hanna Malko, kepada awak media di Stand Klasis Altar, 16 Oktober 2019.

Makanan khas Alor, kata Hanna Malko sudah sangat mendunia sampai ke berbagai pelosok kehidupan setiap umat. Berbicara jagung titik, kenari, dan kue rambut asal Alor siapa yang tak tahu.? Namun, kali ini ada yang beda karena ada Kue Rambut hasil karya, atau produksi lokal jemaat dari daun kelor. “Ada Jagung titik, dan kenari. Tapi, kali ini ada kue rambut yang dibuat dari daun kelor, hasil produksi lokal jemaat sendiri,” katanya.

Jagung titik, buah kenari, dan juga kue rambut, tambah Hanna Malko mereka hadirkan dengan harga murah meriah. Harga terjangkau.

“Jagung titik Rp. 25.000. Kenari 50.000. Dan kue rambut dari daun kelor Rp.100.000. Sejak pagi tadi sudah banyak yang terjual. Stok kami juga masih banyak,” Kata Hanna Malko, sambil mengajak seluruh umat di kota kupang, khususnya warga Alor yang ada di Kupang, bahwa makanan khas Alor yang paling enak ada di Stand Altar Expo Sinode GMIT.

Ditempat yang sama Pdt. Susana Lelang-Mauko, S.Th ketua klasis Altar, kepada media ini menyampaikan, kreativitas dari panitia dengan diselenggrakannya Expo, merupakan sejarah baru yang ditorehkan. Sebab, sidang-sidang sebelumnya tidak ada. “Ini karya hebat dari panitia, di expo ada kreativitas jemaat juga yang dihadirkan, dan ini memberi dampak positif bagi kita peserta” Paparnya.

Lanjut Pdt. Susana Lelang-Mauko, S.Th, mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak terkait dalam sidang sinode GMIT XXXIV, karena telah memberi ruang untuk jemaat kecil bisa berkreasi dengan aneka bahan produksi lokal.

“Terima kasih. Kami Stand Altar sediakan makanan khas Alor hasil produksi jemaat sendiri di pedalaman, ini tentunya bagus. Mari kita ambil nilai positif momentum ini,” tutupnya. (*Erson)