FESTIVAL LAMAHOLOT RESMI DIBUKA BUPATI FLOTIM ANTON HADJON


Zonalinenews-Larantuka;- Dengan memohon bimbingan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu leluhur Lewotana Flores Timur, saya membuka kegiatan Festival Lamaholot Flores Timur 2019 dengan resmi. Demikian dikatakan Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST, saat membuka Festival Lamaholot Flores Timur 2019 Rabu, 11 September 2019 di Desa Bantala Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur,

Dua Festival yang dikemas dalam satu paket yang dikenal dengan nama Festival Lamaholot itu terdiri dari Festival Nubun Tawa II yang berlangsung dari  tanggal 11 dan 12 September 2019 di Desa Bantala Kecamatan Lewolema dan Festival Nusa Tadon di Desa Kiwangona dan Karing Lamalouk yang akan berlangsung pada tanggal 14 dan 15 September 2019.

Kegiatan pembukaan yang berlangsung sore tadi, juga dihadiri oleh Staf Ahli Hubungan Pusat dan Daerah Kamendikbud RI,  Dr. James Madaw; Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Flores Timur, Paulus Igo Geroda, S.Sos, M.AP, Tim dari Indonesian; Anggota Forkopimda Kabupaten Flores Timur; Para Kapala Dinas, Badan, Bagian Lingkup Pamerintah Kabupaten Flores Timur; Para Camat se-Kabupaten Flores Timur; Para Kapala Desa se-Kecamatan Lewolema dan Adonans Timur; Para Katua dan Anggota BPD se-Kecamaten Lewolema dan Adonara Timur; Para Tokoh Adat Komunitas Adat Lewolema, Kiwang One dan Karing Lamakouk; Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama; Tokoh Pemuda dan Tokoh Parempuan se-Kacamatan Lewolema dan Adonara Timur Para Wisatawan Wanancanegara, serta masyarakat se-Kecamatan Lewolema.

Bupati Anton Hadjon dalam sambutan mengatakan, Festival Berbasis Masyarakat Nubun Tawa sejak tahun lalu menghadirkan ragam atraksi budaya untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung adat dan tradisi di wilayah Lamaholot. Festival Lamaholot Flores Timur tahun 2019 merupakan event perdana dimana Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur menggandeng Tim Indonesiana yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk menggelar event udaya ini. Indonesiana Platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni dan budaya yang berkelanjutan, berjejaring dan berkembang.

Kekuatan suatu budaya atau peradaban salah atunya dinilai dari sudut seni budaya yang dihasilkan. Karya seni budaya tersebut, kata Bupati Anton Hadjon memerlukan ruang-ruang transit sebagai bagian dari perjalanan untuk meraih reputasi seniman budaya dan merawat pertumbuhan serta kelestarian budaya tersebut.  Semakin sering sebuah karya seni budaya berada alam gerak transit maka semakin mudah terjadi proses diseminasi terkait kualitas, makna, nilai, proses kreatif dan narasi historis karya seni budaya dimaksud yang akan berimplikasi pada pertukaran atau transaksi ekonomi. Salah satu ruang transit yang bersifat publik adalah berupa kegiatan Festival. Atas kesadaran tersebut Pemerintah Daerah dalam dua tahun terakhir ini memproduksi berbagai Festival seni budaya dan pariwisata dengan semangat pariwisata berbasis masyarakat dalam bingkai “Desa Membangun Kota Menata”

Dikatakan, pilihan kebijakan pariwisata berbasis komunitas mencerminkan ideologi keberpihakan Pemerintah Daerah terhadap masyarakat lokal di tengah kompetisi para pemain mapan di industri pariwisata. Melalui kebijakan ini, Pemerintah Daerah menciptakan sebuah arena bermain yang egaliter bagi masyarakatlokal yang berada di daerah tujuan wisata untuk turut memperoleh manfaat ekonomi pariwisata. Lebih lanjut kebijakan ini diharapkan memberikan insentif bagi tumbuh kembangnya spirit partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal agar secara mandiri dan otonom mengelola potensi-potensi wisata dilingkungannya. Secara sosial kebijakan ini mampu menjamin masyarakat lokal tidak tereksklusi apalagi hanya menjadi penonton dalam industri ini. Secara kultural, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tetap menjaga dan mempertahankan tradisi lokal seperti yang disaksikan dalam seluruh eksistensi warisan budaya dan kearifan melalui rangkaian Festival Lamaholot 2019.

Pada tahun ini, lajut Bupati Anton Hadjon, Indonesiana mendukung dan mendampingi 20 Festival di Seluruh Indonesia termasuk Festival Lamaholot 2019. Spirit pelaksanaan festival berbasis komunitas tidak hanya sekedar mengubah lokus kegiatan agar lebih dekat dengan masyarakat. Namun lebih dari itu dalam festival ini menurutnya, pemerintah tengah mengalirkan berbagai sumber daya dan energi kepada komunitas warga local sebagai arus utama festival ini. Komunitas local diberikan kepercayaan yang besar untuk mengambil kontrol yang lebih besar pula dan mengeksplorasi tradisi budaya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Pemerintahan  Bupati Anton Hadjon dan Wabup Agus Boli ini sangat meyakini dan percaya bahwa masyarakat lokal sebetulnya sudah   memiliki kapasitas yang memadai. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi kebangkitan komunitas etnik melalui pemberdayaan yang tetap dan memicu sasaran. Melalui festival yang bermartabat dan berbudaya ini kita mengharapkan agar komunitas etnik yang ada di Flores Timur tetap lestari dan mampu memberi warna yang khas dalam panggung budaya nasional dan global.

Atas nama pemerintah dan masyarakat di daerah ini, Bupati  Anton Hadjon menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Indonesiana atas semangat kolaborasinya dalam rangka menyukseskan festival ini. Ucapan Terimakasih juga disampaikan kepada segenap elemen masyarakat, khususnya para orang muda dan para tua adat, Pemerintah Desa dan Kecamatan se-Komunitas Adat Lewolema, Kiwang Ona dan Karing Lamalouk yang  telah memberikan dukungan mempersiapkan segalas sesuatu yang berkaitan dengan Festival Lamaholot Flores Timur 2019.  Kepada para wisatawan yang hadir, Ia mengucapkan selamat datang dan selamat menikmati keindahan Bumi Lamaholot yang kaya akan warisan budaya dan tradisi lelulur. Budaya dan Pariwisata Flores Timur hingga titik ini terus menggeliat melalui kerja-kerja nyata semua stakeholder. Oleh karena itu Bupati Anton Hadjon mengajak semua yang menaruh perhatian dan harapan akan kebangkitan pariwisata dan budaya Flores Timur sebagai salah satu jalan kesejahteraan untuk terus bekerjasama, berkolaborasi dan bersinergi dalam mewujudkan Flores Timur Sejahtera dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata.” Puin taan uin tou, gahan taan kahan ehan, paitaan tou”.(*Kerjasama  Humas Setda Kabupaten Flores Timur)