Gaji Tenaga Medis Masih Normal Bupati Hadjon “Siapa Bilang Mau Diturunkan”


Bupati Flotim, Anton Gege Hadjon

Zonalinenews-Larantuka,- Saat ini tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Hendrikus Fernandez Larantuka masih menerima upah normal dan sebagai Bupati Kabupaten Flores Timur dirinya pertanyakan pelaku penyebaran informasi wacana penurunan gaji tenaga medis tersebut.

” Siapa yang bilang gaji tenaga kontrak rumah sakit mau di turunkan,” tanya Bupati Kabupaten Flores Timur ( Flotim) Anton Gege Hadjon saat diwawancarai Zonalinenews, Rabu 30 Oktober 2019, usai membuka kegiatan launcing program Ambulance Motor di Aula Lamenais.

Menurut Bupati Anton Hadjon, saat ini tenaga medis di rumah sakit masih menerima gaji normal kan.?, Justru tahun lalu dirinya turunkan sedikit, alasanya banyak tenaga sukarela yang belum pernah dibayar sehingga sudah mendapatkan hak sesuai dengan pekerjaan selama ini.

” Kebijakan saya ambil tahun lalu (2018) itu akhirnya bisa mengakomodir (TKS) tenaga sukarelawan lainnya,” ucap Anton Hadjon.

Bupati Anton Hadjon mengakui memang ada plus dan minus tetapi tenaga sukarelawan sekitar 200 orang yang tidak digaji selama ini dan kebijakan itu yang dibuat, dan sudah dirasakan.

” Kita sudah tidak punya tenaga sukarelawan lagi dan kalau ada sampai pro dan kontra, ya …itu, sudah biasa,”tutur Anton Hadjon menutup pembicaraaan dan bergegas pergi.

Sebelumnya wacana penurunan gaji tenaga medis tersebut sebagai berikut untuk tenaga medis yang berijasah D3 sebelumnya menerima upah per bulan sebesar Rp 1. 600.000,- sedangkan S1 sebesar Rp 1.700.000,- dan diwacanakan akan menerima gaji per bulan sebesar 1.150.000,- di tahun 2020.

Wacana penurunan upah atau gaji tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Hendrikus Fernandez Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT akhirnya sampai di telinga Ketua Komisi C DPRD Flotim , Ignas Boli Uran, sehingga Selasa, 29 Oktober 2019, Komisi C melakukan kunjungan kerja ke RSUD Larantuka.

Pada kunjungan itu, Ignas menentang keras wacana penurunan gaji tenaga medis dan menolak keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) Flotim terkait pengurangan upah perawat yang ada di RSUD Larantuka. Pasalnya kinerja tenaga medis dibayar sesuai jenjang pendidikan dan keahlian yang dimiliki.

“kami menolak keputusan Pemda terkait pengurangan upah pada perawat yang ada di RSUD Larantuka,” tuturnya.( Rita Senak)