Kripik Singkong “Anti Setan” Ada di Stand Expo Sidang Sinode GMIT


ZonalinenewsKupang,- Sela-sela sidang raya sinode Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) ke XXXIV di gedung gereja Paulus Naikoten Satu Kupang, ada expo. Kali ini memberikan ruang kepada setiap klasis untuk mempromosikan serta menjual produk dari jemaat melalui stand yang disediakan oleh panitia, dari sekian banyak produk baik olahan makanan maupun tenunan, ada satu olahan makanan ringan yang menggelitik karena namanya yang unik, Kripik anti setan.

Kripik itu diproduksi secara tradisional oleh klasis “Amanuban Timur Selatan” (Anti setan) sehingga di beri nama kripik singkong anti setan.

Ketua majilis jemaat Oenae Pdt. Tres Fanggidae,S.Th. ketika ditemui wartawan, menyampaikan, kripik itu baru di produksi satu minggu sebelum jelang sidang raya Sinode GMIT. Kedepan akan berlanjut ke Kedai Talepo di Kayu Putih Kota Kupang.

“Kripik ini baru mulai dibuat minggu kemarin. Tadi (di stand) kami sudah sepakat dengan pemilik Kedai Talepo untuk selanjutnya akan kerja sama,” Imbuh Pdt. Tres Ketua Majelis Jemaat Oenai Klasis Amanuban Timur Selatan (Anti Setan), di Stand Kamis 17 Oktober 2019.

Cara membuat kripik itu, jelas Pdt Tres, singkong yang diambil dari kebun dikupas, cuci, kemudian rendam dengan air kapur beberapa jam, selanjutnya di cuci lagi dan diiris seperti biasa, langsung goreng.

“Singkongnya dikupas, lalu rendam dengan air kapur selama 3-4 jam. Singkongnya kemudian di cuci lalu di goreng. Habis goreng jadi kripik barulah kami tamba perasa. Awalnya cuma rasa Beef BBQ, sekarang kami buat juga rasa pedas manis. Jadi kripik singkong ini ada dua macam rasa,”jelas Pdt.Tres kepada Wartawan.

Yang sudah terjual, lanjut Pdt. Tres Fangidae adalah 100an bungkus. Mereka jual sangat murah meriah. “Sudah laku banyak, kurang lebih 100an. Harganya per bungkus Rp.15.000.”Katanya.

Pdt Tres kemudian bertutur, bahwa motivasi dasar yang lahir untuk membuat kripik singkong itu, adalah supaya anak-anak dirumah kuranggi beli kripik di luar yang belum tentu sehat.

“Ya.. awalnya ini kecil-kecilan hanya untuk anak dirumah, tapi akhirnya jadi berniat buat lebih banyak. Lebih baik kita buat untuk anak yang sehat dari pada anak cari dan beli di luar yang kebersihannya tidak kita tahu;” tutur Pdt. Tres.

Salah satu potensi yang ada di daerah pelayanannya itu menurut Pdt Tres adalah singkong, Ia berharap agar kedepan bisa diproduksi dalam jumlah banyak, dan didistribusikan ke semua tempat yang menjual makanan ringan di kota kupang sehingga bisa dijadikan cinderamata ataupun ole-ole makanan ringan khas kupang. “Semoga kedepan bisa berkembang dengan baik,” tutupnya. (*Erson)