Lahan Untuk Perumahan Puri Lasiana Indah Sah Milik Esau Konay


Foto Salah Satu
Ahli Waris Tana Teny Konay Anak dari Esau Konay

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tanah seluas 3.951 meter persegi yang digunakan untuk pembangunan Perumahan Puri Lasiana Indah oleh PT. Dafe Putri Pratama Mandiri yang berlokasi di Rt 12/ Rw 003 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sah milik Esau Konay, yang dijual kepada PT. Dafe Putri Pratama Mandiri. Hal ini diungkapkan salah satu ahli waris yang mana anak dari Esau Konay, Marten Soleman Konay (Teny) saat dikonfirmasih zonalinenew.com di kediamannya di Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang, Sabtu 19 Oktober 2019, sekira pukul 12.30 wita.

Menurut dia laporan polisi kasus penyerobotan tanah yang dilakukan oleh Elton Tedy Giri terhadap PT. Dafe Putri Pratama Mandiri di Polsek Kelapa Lima pada Jumat 18 Oktober 2019 kemarin itu adalah tindakan yang keliru. “Jadi tanah itu sah milik bapak saya Easu Konay, karena berita acara eksekusi lahan itu sudah ada. Sebenarnya Elton ini dia tau yang sebenarnya, tapi karea dia pegang sertifikat jadi dia merasa memiliki. Kalau dia ingin meyakinkan lagi bawa saja ke BPN saja,” ungkap Marten.

Dia menjelaskan sertifikat tanah tersebut adalah nomor 221 tahun 1986 atas nama Erol Tresna Giri kakak dari Elton Tedy Giri. Namun ditahun 1992 Erol Terna Giri meningal dunia, ketia tahun 1994 akan dilakukan pengukuran dan penanaman batas di lahan tersebut terjadilah persoalan tanah antara David Giri dan Ricad Suek, maka terjadi masalah pidana. “dari masalah pidana ini tau – tau mereka mengukur lahan tersebut, karena lahan ini sendiri dulunya kita keluarga Konay tidak menjaga karena terlalu sajuh sehingga kita belum eksekusi, maka terjadilah orang – orang ini menguasai lahan ini. Dan mereka itu mendapat hak dari dinasti Kepala Desa Moy sewaktu Kota Kupang masih berstatus Kabupaten Kupang yang membagi – bagikan tanah ini. Sehingga sertifikat tanah ibu bukan nama Elton tapi atas nama Erol,” kata Marten.

Ketika putusan pidana tersebut keluar dengan nomor 102 / PID / CKL /1994, lanjut Marten pengadilan memerintahkan untuk membatalkan sertifikat tanah tersebut. Namun kerena dulunya Kota Kupang ini masih dalam wilayah Kabupaten Kupang. “Dengan adanya perintah pengadilan itu entah dibatalkan atau tidak kita tidak ikuti, tapi yang terpenting ada perintah pengadilan. Maka dari itu pada tahun 1996 sesuai dengan perkara nomor 65 atas kita dengan Daniel Samudara dan Kolo, maka eksekusi itu terlaksana pada 15 Maret 1996. Kalau mereka merasa lahan ini milik mereka punya kenapa mereka tidak buat satu perlawanan terhadap eksekusi. Tapi mereka malah diam saja,” tegas Marten.

Dia menambahkan, ketika pengukuran lahan tersebut oleh pihak merika pada bulan september 2019 kemarin langsung dibatalkan oleh BPN. “Jadi ketika mereka ukur tanah itu, kita sempat mempertanyakan kepada BPN. Dan saya bilang ke petugas BPN coba dilihat baik – baik itu sertifikat yang mereka pegang itu. Ketika saya putusan dari pihak BPN lihat betul dan dari pihak BPN langsung perintah mereka untuk bubar. Jadi selain itu kita juga sempat kordinasi dengan BPN dan BPN sendiri mengakui ke saya telah melakukan kegiatan pengukuran,” papar Marten. (*hayer)

Sebelumnya Yang Diberitakan zonalinenews.com

PT. Dafe Putri Pratama Mandiri Dilaporkan Ke Polisi Dengan Kasus Penyerobotan Tanah

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, PT. Dafe Putri Pratama Mandiri pemilik Perumahan Puri Lasiana Indah yang berlokasi di Rt 12/ Rw 003 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan ke Polsek Kelapa Lima oleh pemilik tanah Elton Tedy Giri warga Rt 18/ Rw 004 Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang yang didampingi oleh Kuasa Hukum Tommy Jacob, SH dan Deny Adrianus Imanuel Doro, SH dengan kasus dugaan penyerobotan tanah, Jumat 18 Oktober 2019, sekira pukul 16.30 wita.

Tommy Jacob, SH Kuasa Hukum Elton Tedy Giri mengungkapkan, kliennya sudah membuat Laporan Polisi (LP) terhadap salah satu pimpinan di PT. Dafe Putri Pratama Mandiri, Frits Bessie dengan kasus penyerobotan tanah milik Elton Tedy Giri di Rt 12/ Rw 003 di Kelurahan Lasiana oleh PT. Dafe Putri Pratama Mandiri yang sudah dijadikan Perumahan Lasiana Indah. Menurut dia, kliennya tersebut sudah memiliki sertifikat tanah seluas 3.951 meter persegi itu sejak tahun 1986. Bahkan sertifikat tersebut sudah melalui proses roya sebagai jaminan peminjaman uang di Bank. “Artinya dari tahap proses roya yang disetujui oleh Bank ini karena sertifikatnya tidak bermasalah,” kata Tommy kepada zonalinenews.com di Polsek Kelapa Lima, Jumat 18 Oktober 2019, sekira pukul 17. 30 wita.

Dia mengatakan, tanpa ada pemberitahuan atau ijin dari kliennya, Frits Bessie selaku salah satu pimpinan di PT. Dafe Putri Pratama Mandiri sudah melakukan kegiatan pembangunan Perumahan Puri Lasiana Indah di tanah milik kliennya tersebut. “Jadi tindakan ini sudah masuk pada unsur pasal 385 yang mana dia menjualbelikan tanah yang sudah memiliki sertifikat atas nama orang lain yaitu Elton Tedy Giri,” ungkap Tommy.
Dia menjelaskan, sertifikat tanah tersebut atas nama Elton Tedy Gini ini tidak bermasalah, sehingga ketika dilakukan roya oleh Bank kembali kepada pemilik tanah dengan atas nama kliennya tersebut pada Bulan agustus 2019 kemarin berjalan lancar tanpa hambatan. “Ketika pihak Bank melalukan roya kembali sertifikat ini atas nama Elton Tedy Giri tidak ada masalah. Seandainya ada masalah kita bisa tau, dan tidak mungkin realisasi peminjaman dengan jaminan sertifikat ini bisa terjadi,” papar Tommy.

Dia menambahkan, kliennya baru tau ada pembangunan perumahan dilokasi tersebut ketika klienya melakukan kloning tanah bersama dengan pihak pertanahan, lurah dan beberapa saksi sebagai pemilik batas lahan masing – masing.
Sementara itu Panit I Reskrim Polsek Kelapa Lima IPDA Duran saat dikonfirmasi zonalinenews.com membenarkan pada Jumat 18 Oktober 2019 salah satu warga Rt 18/ Rw 004 Kelurahan Lasiana, Elton Tedy Giri yang mengaku sebangai pemilik tanah telah melaporkan salah satu pimpinan di PT. Dafe Putri Pratama Mandiri, Frits Bessie ke Polsek Kelapa Lima dengan kasus dugaan penyerobotan tanah di Rt 12/ Rw 003 Kelurahan Lasiana. Menurutnya, laporan pelapor tersebut masih dalam tahap penyelidikan . “Kita siap tindak lanjuti laporan tersebut,” kata Dura.
Frits Bessie selaku salah satu pimpinan PT. Dafe Putri Pratama Mandiri saat dikonfirmasi zonalinenews.com melalui telepon seluler tidak dapat di hubungi dan SMS tidak dibalas. (*hayer)