Mengaku Aktifis 98, Agustinus Lobo “Tolak ” Mahasiswa yang Demo


Zonalinenews-Kupang,- ” Saya aktifis 98. saya yang demo turunkan Suharto. Kemarin-kemarin kalian dimana saat demo penolakan RUU KPK disini. ini kalian demo sendiri -sendiri. Saat ini, tidak ada ruang dialog ,” demikian pernyataan Ketua Komisi IV DPRD NTT, Agustinus Lobo, SE saat menerima Aksi demo Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat ( Gempar) Kota Kupang Rabu, 9 Oktober 2019 pukul 13.00 WITA di gedung DPRD NTT.

Berikut kronologis penolakan Anggota DPRD NTT, Agustinus Lobo saat menerima aksi demo mahasiswa.

Pada saat Gempar melakukan demo di DPRD meminta kepada pihak Kepolisian dan Pol. PP agar bisa bertemu dengan pimpinan DPRD NTT untuk menyampaikan Aspirasi. Permintaan itu, diteruskan oleh anggota Kepolisian dan staf DPRD NTT ke Pimpinan DPRD.

Setelah mendapat informasi , Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi ditemani Ketua Komisi IV, Agustinus Loba serta Anggota DPRD, Bernadus Taek dan Rambu Konda A. Praing, S.Fam, Apt, menemui mahasiswa yang saat itu, menunggu kehadiran pimpinan DPRD NTT untuk menyampaikan aspirasi.

Dihadapan massa Gempar, Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi menyambut baik aksi demo yang dilaksanakan dan meminta agar lewat kordinator aksi untuk menyampaikan tuntutan.

Mendapati jawaban itu Koodinator Gempar, Muhatir menyampaikan etisnya agar penyampaian aspirasi bisa dilangsungkan dalam ruang DPRD.

Mendapati jawaban itu, Aloysius Malo Ladi menyatakan akan koordinasikan itu, mendengar jawaban itu, Ketua Komisi IV, meminta waktu berbicara dan menyatakan silahkan adik -adik langsung saja menyampaikan aspirasinya. Kemudian Agustinus Lobo menyatakan bahwa dirinya adalah aktifis 98.

” Saya aktifis 98. saya yang demo turunkan Suharto. Kemarin-kemarin kalian dimana saat demo penokalan UU KPK disini. Soal RUU KPK saat ini, lagi berproses dan itu di pusat . Tidak ada ruang, kami saat ini lagi sibuk, kalau mau memyampaikan aspirasi langsung disini,” tutur Agustinus.

Mendapati jawaban itu, seorang mahasiswa, Alhadi Ulumando pada kesempatan itu menegaskan, tugas DPRD mendengarkan aspirasi masyarakat.

” kami datang mewakili rakyat untuk menyampaikan aspirasi tolong diterima. Dan sebagai Anggota DPRD yang merupakan wakil Rakyat agar menerima, aspirasi kami. Beri ruang untuk kami berdiskusi memyampaikan aspirasi kami ,” tutur Alhadi.

Mendengar pernyataan itu, Agustinus Lobo geram dan berkata soal RUU KPK, saat ini berproses di pusat. Lanjutnya kamarin soal ini disini juga telah dilakukan demo dan aspirasi sudah diterima. ini kalian demo sendiri -sendiri. Saat ini, tidak ada ruang dialog. Pak polisi tolong diurus adik-adik ini,” tutur Agustinus Lobo sambil beranjak meninggalkan para mahasiswa yang berdemo diikuti Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi, dan Anggota DPRD, Bernadus Taek serta Rambu Konda A. Praing. (* tim)