Menipu Casis Polri , Marselinus Muak Terancam 4 Tahun Penjara


Zonalinenews – Kupang – Marselinus Mauk alias Ino (39) pria asal Lurasik, Biboki, Timor Tengah Utara (TTU) ditangkap polisi dan terancam hukuman 4 tahun perjara dengan pasal 378 KUHP karena diduga melakukan aksi penipuan terhadap, Silvanus Deventus Kofi, salah seorang calon siswa (casis) Polri. Hal itu diungkapkan Kasubdit I Ditreskrimum Polda NTT, Kompol Okto Wadu Here, dalam konfrensi pers, Selasa 15 Oktober 2019 pukul 11.30 WITA, di Mapolda NTT.

Menurut Kompol Okto , pelaku melakukan aksi dengan membujuk korban bila ingin menjadi anggota polisi harus menyerahkan uang sebesar Rp 80 juta. Pada awalnya korban ragu dengan pernyataan pelaku namun karena pelaku sering ke rumah dan meyakinkan serta mengiming-imingi orang tua korban bahwa pelaku bisa meloloskan putra mereka menjadi anggota Polisi.

” Pelaku mengatakan bahwa ia pernah membantu casis Polri dan TNI hingga berhasil. Terperdaya dengan bujuk rayu pelaku akhirnya korban dan orang tua percaya dengan pelaku,”tutur Kompol Okto.

Akhirnya, kata Kompol Okto Wadu Here, pada Februari 2019, korban dan pelaku berangkat ke Kupang untuk mengikuti tes sehingga ibu korban (Elisabeth Kolne) menyerahkan uang cash Rp 20 juta untuk kepentingan tes dan kos-kos selama korban mengikuti tes,” ungkap Kompol Okto Wadu.

Pada saat berangkat Ke Kupang, lanjut Kompol Okto Wadu menjelaskan, ibu korban juga membekali Silvanus dengan Buku tabungan BRI dan ATM untuk dipakai Korban saat membutuhkan uang untuk biaya tes dan sebagainya.

” Pada saat uang ditranfer ibu korban ke rekening sebesar Rp 90 juta , pelaku lagi-lagi meminta uang tersebut dan Kepada orang tua korban, pelaku mengatakan uang tersebut digunakan untuk biaya tes,” tutur Okto.

Aksi pelaku ini terbongkar ketika korban dinyatakan gugur di tahap psikologi. Sesuai perjanjian yang telah disepakati, uang korban akan dikembalikan jika gagal.

Namun, upaya korban bersama orang tuanya untuk meminta uangnya dikembalikan tidak digubris pelaku, sehinhga korban bersama orang tuanya akhirnya membuat laporan polisi di Polda NTT dengan nomor laporan Polisi : LP/ B / 360/ X/ 2019 / SPKT Tanggal 11 Oktober 2019.

Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan penyidakan dan mengamankan pelaku. Kepada polisi, pelaku mengaku uang hasil penipuan yang berjumlah Rp 110 juta digunakan untuk kepentingan pribadinya.(* tim)