Para Vikaris Suguhkan Karya Nyata di Expo Sinode GMIT


Zonalinenews-Kupang,- Stand-stand Expo sidang raya sinode GMIT ke XXXIV, ditemukan para vikaris menyuguhkan karya nyata berupa produk olahan lokal bersama jemaat, setelah mengikuti pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat (PSM) di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, 1 – 25 Juli 2019 lalu.

Seorang vikaris muda berparas cantik Jeni Selan, S.Th. saat ditemui awak media, menyampaikan, semua olahan itu tidak mengandung bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan. “Makanan ini bisa dipastikan sehat. Sebab, dikelola menggunakan bahan organik” Pungkas Jeni, di Stand Klasis Rote Barat Daya, 17 Oktober 2019.

Pengembangan Swadaya Masyarakat (PSM), tutur Jeni Selan, merupakan salah satu Program Pelatihan Misi Terpadu (PPMT), yang dilakukan melalui bentuk kerja sama antara Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Gereja Kristus Yesus (GKY) Mangga Besar Jakarta.

Kegiatan itu (PSM), sambung Jeni, dilaksanakan sekali dalam satu periode vikariat bagi para vikaris GMIT, dan juga dibuka bagi umum yang melibatkan warga atau jemaat GMIT, termasuk jemaat dari denominasi lain.

Peserta PSM, kata Jeni adalah para vikaris GMIT, dan juga dilakukan untuk umum. “Siapa yang ingin terlibat diperbolehkan. Jemaat GMIT dan jemaat dari demnominassi lain. Bisa ikut” Kata Jeni Selan, gadis manis berdarah Timor itu.

Narasumber materi dalam pelatihan itu, lanjut Jeni menyampaikan, terdiri dari para Pendeta dan non-pendeta yang memiliki keterampilan dan pengetahuan sesuai dengan bidangnya masing masing, yang diangkat dalam pelatihan tersebut.

“Narasumbernya terdiri dari anggota GMIT maupun GKY. Kegiatan yang dilaksanakan dalam program PSM, yaitu pelatihan tentang pertanian, perikanan, peternakan, pengolahan produk-produk lokal, dan juga berbagai keterampilan lainnya” Cutusnya.

Tujuan pelatihan itu, Jeni bilang untuk mempersiapkan para vikaris, agar tidak hanya melayani Firman diatas mimbar-mimbar gereja, tetapi juga mampu mewujudnyatakan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia, dengan mengupayakan pemberdaayaan ekonomi jemaat melalui potensi-potensi yang ada di jemaat. Dengan kata lain, para vikaris dipersiapkan untuk menjadi pelayan yang potensial, dan terampil dalam membangun perekonomian jemaat melalui pelayanan holistik.

“Setelah mengikuti kegiatan PSM selama 25 hari, kami (vikaris) kembali ke jemaat masing-masing, dan mengembangakan apa yang telah dipelajari selama masa PSM di jemaat masing-masing” Jelasnya, tegas.

Selanjutnya papar Jeni Selan, para vikaris mengimplementasi dengan pelatihan ke lompok kecil di jemaat, dan ada yang langsung melakukannya bersama jemaat.

“Kami kembali dari kegiatan PSM, langsung buat kelompok-kelompok kecil untuk sosialisasi, dan langsung tenanam tanaman, seperti: sayur, olahan ikan, aneka snack, Vco, Jus, ternak, pembuatan pupuk organik, dan berbagai kerajinan tangan lainnya”.

“Adanya pelatihan itu disambut baik oleh jemaat tetapi ada juga banyak kendala yang dihadapi di lapangan, baik itu dari jemaat sendiri, maupun kendala dari ketersediaan bahan atau alat dan dana” Paparnya.

Hasil dari pelatihan PSM dan pratek mereka di jemaat, tamba Jeni Selan, itu yang kemudian dibawah ke sidang raya Sinode GMIT XXXIV di jantung kota Provinsi NTT, kota Kupang, GMIT Paulus Naikoten. “Ini hasilnya, ini yang kami terima teorinya di PSM, dan langsung praktek bersama jemaat kami” Tutup Jeni, sembari menunjukan aneka makanan olahan mereka.(*Erson)