Pekerja Seks KD Datangi Kantor Walikota Menuntut Keadilan


Zonalinenews-Kupang,- Beberapa Pekerja Seks ( PS) Karang Dempel ( KD) Kota Kupang ditemani aktifis Organisasi Pekerja Sosial Indonesia (OPSI) Senin 7 Oktober 2019, pukul 11.10 WITA mendatangi Kantor Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menuntut keadilan. Pasalnya sebanyak 30 PSK KD hingga kini belum dipulangkan ke daerah asalnya, sedangkan 53 eks pekerja seks telah dipulangkan.

Hingga saat ini masih tersisa 30 eks pekerja seks yang masih berada di lokasi dan dan tidak mendapatkan bantuan dari Pemkot Kupang. “Sejauh ini mereka tidak tahu bagaimana nasib mereka,” kata aktifis OPSI, Adelia di Balai Kota.

Menurut Adelai , Ketidakadilan ini terjadi, karena dari 126 penghuni KD namun yang dipulangkan atau diberangkatkan sebanyak 53 orang.

Pantauan Zonalinenews, pada pukul 10.30 WITA, aktifis OPSI dan Pekerja Seks KD tiba di kantor Walikota ingin langsung bertemu dengan Walikota Kota Kupang, namun dihadang anggota Pol PP karena Walikota Kupang sedang berdialog dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang Garuda.

Setelah berdialog dan bernegosiasi dengan Pol PP, akhirnya Para Pekerja Seks dan Aktifis OPSI pada pkul 11. 10 WITA diijinkan bertemu dengan Plt Sekda Kota Kupang, Eli Wairata. Setelah berada di ruang sekda, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengutus ajudannya dan menyampaikan Ke Plt Sekda bahwa Walikota ingin bertemu dengan para Pekerja Seks dan meminta untuk melakukan pertemuan tersebut berlangsung di Aula Garuda kantor Walikota Kupang.

Setelah para aktifis OPSI dan Pekerja Seks KD berkumpul di ruang Garuda menunggu kehadiran Walikota Kupang, Kabag Protokol pada Sekretariat Kota Kupang. Bernadinus Mere, menghampiri dan memyampaikan bahwa bagi yang bukan Pekerja Seks dimohon untuk meninggalkan ruang Garuda karena Walikota Kupang hanya akan berdialog dengan para pekerja seks KD.

Mendapati penyataan itu, para aktifis Opsi dan Pekerja Seks KD akhirnya bangkit berdiri dan langsung meninggalkan ruang Garuda dan membatalkan pertemuan dengan Walikota Kupang.(*tim)