Persap Alor Jawara Soeratin Cup 2019. Berikut Strategi Coach Atapeni


Zonalinenews-Kupang,- Keseblasan tim Persap Alor menghajar keseblasan tim PSK Kupang hingga kalah dengan skor 4:1 di Stadion Marilonga, Ende, pukul 20.00 WITA , Kamis 24 Oktober 2019. Pada ajang akbar final Soeratin Cup U17 Tahun 2019.

Berikut petikan kata strategi coach Alexmin Atapeni, SH. Pelatih Persab Alor, saat di konfimasi awak media, menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih kepada sang pemilik hidup, karena aras rahmat dan izinnya mereka bisa maju satu langkah meraih tiket untuk ke zona Nusra.

“Saya bersyukur pada Tuhan Yesus, karena atas izinnya kami maju satu langkah merai tiket untuk ke zona Nusra. Terima kasih juga buat seluruh basodara pencinta sepak bola Persap Alor atas dukungan dan Doanya, tanpa kalian kami tidak mungkin menang hari ini ” Tulis Alexmin kepada Zonalinenews di Kupang, melalui pesan WhatsApp usai menjadi juara satu Soeratin Cup U17 Tahun 2019.

Strategi permainan yang digunakan dalam final itu, tutur Alexmin menjelaskan, dengan mengandalkan serangan-serangan lewat Dua pemain bek sayap kiri dan kanan, yang punya kecepatan dan kemampuan crossing yang cepat, tepat mengarah ke target Tiga pemain depan.

“Pola yang dipakai itu 4:3:3. Dengan adalkan serangan-serangan lewat Dua pemain bek sayap kiri dan kanan, yang punya kemampuan memberikan umpan silang kepada teman se tim untuk mencetak gol ke gawang lawan yang cepat, tepat mengarah ke target Tiga pemain depan yang memiliki kecepatan kemampuan suthing, ” jelasnya.

Terkait persiapan tim, lanjut Alexmin kepada Zonalinenews, mereka mulai berlatih satu bulan sebelum pertandingan yang di mulai pada 1 september sampai 30 September. Sebelumnya, anak-anak direkrut dari seluruh daratan penjuru arah mata angin pulau Alor.

‘Kami mulai berlatih satu bulan sebelum pertandingan yang di mulai pada 1 september. Sebelumnya (Agustus) kami seleksi di Enam titik lapangan mini yang ada di Alor. Titik Satu di lapangan ATL, titik Dua di lapangan Moru (Abad), Titik Tiga di lapangan aimoli (Abal), titik Empat di lapangan Kabir, titik Lima di lapangan Baranusa dan titik Enam di Gor Batunirwala,”

“Dari seleksi tahap pertama ada 300an pemain yang ikut seleksi, dan yang lolos ke tahap ke dua sebanyak 79 pemain, kemudian pada tahap ke 3 menjadi 25 pemain,” papar Alexmin Atapeni.

Lanjut Alexmin mengisahkan, permainan tim Persap Alor pada babak Final dengan PSK Kupang, bahwa anak-anak awalnya membobol gawang PSK Kupang melalui tendangan penalti Ardyansa Bara. Ardyansa berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna. Gol tercipta di menit ke 32.

Pada menit ke 34, gol gesekan kepala dari stiker Marsel Fanmakuni, namun itu dianulir wasit karena obsite.

Di menit ke 34, lanjut Alexmin, Marsel Fanmakuni kembali menunjukan kecerdasannya mengocek pemain belakang PSK, dan menjebol gawang lawan melalui tendangan dari titik kotak penalti. Kedudukan berubah jadi 2:0.

Gol ketiga, tim Persap Alor diisi melalui kaki emas stiker Basiran Bara di menit ke 46. Basiran termasuk pemain yang memiliki kecepatan permainan tinggi. Dia mampu menerima umpan dari rekannya Marsel Fanmakuni, dan menggocek barisan pagar betis pertahanan PSK Kupang, lalu mengisi gol dengan baik.

Di babak kedua, Alexmin menyampaikan, PSK Kupang berhasil membobol gawang Persap yang dijaga kiper Ahmad Riyadi. Balasan satu gol dieksekusi melalui tendangan Albert Tefa di menit ke 61. Skor berubah jadi 3:1.

Kemudian gol keempat Persap Alor, tambah Atapeni, tercipta di menit ke 85 melalui tendangan Aditia Spou. Pemain yang baru dimasukan-Nya (Andro), berhasil menutup kemenangan Persap Alor dengan skor 4:1.

Hingga wasit meniup peluit panjang di menit ke 94, tutup coach Alexmin, tidak ada gol yang tercipta lagi antara kedua tim. Persap Alor akhirnya membawa pulang piala bergulir Soeratin Cup 2019 ditambah hadiah uang tunai sebesar Rp.50 juta.(*Erson)