Pimpinan DPRD Kota Kupang Periode 2019 – 2024 Resmi Dilantik


Foto : Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kupang Lantik Pimpinan Ketua DPRD Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Ketua Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Hubunga Industrial Kelas 1A Kupang Jonson Mira Mangngi resmi lantik tiga pimpinan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang masa jabatan periode 2019 – 2024, yakni Yeskiel Loudoe dari PDI Perjuangan sebagai Ketua DPRD Kota Kupang, Patron Paulus dari Partai Nasdem Wakil Ketua I dan Kris Baitanu Dari Partai Gerindra sebagai Wakil ketua III, Senin 7 Oktober 2019 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kota Kupang.

Hadir pada acara pelantikan tersebut, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yang didampingi Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang, Sekda Kota Kupang, Pimpinan OPD lingkungkup Kota Kupang para Camat dan Lurah. Serta hadir pula seluruh anggota DPRD Kota Kupang.

Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe mengugkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang saat ini yang dipimpin oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Hermanus Man harus bisa menyelesaikan masalah air bersih di Kota Kupang. Sebab apabila masalah air bersih di Kota Kupang ini tidak bisa terselesaikan maka Kepala Daerah saat ini dinilai gagal oleh masyarakat Kota Kupang. Menurut dia DPRD Kota Kupang sangat tidak tega melihat Warga Kota Kupang dari tahun ke tahun harus merasakan kesulitan air bersih. “Yang pasti nanti kita akan bicara lagi denagn Pemerintah Kota (Pemkot) sejauh mana MoU masalah air antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang selama ini,” kata Politisi PDI Perjuangan 4 Periode DPRD Kota Kupang itu kepada wartawan usai pelantikan tersebut.

Dia mengatakan, usai dilantiknya pimpinan DPRD Kota Kupang yang baru tersebut, pihaknya segera memangil Wali Kota Kupang untuk membahas masalah air barsih yang terjadi di Kota Kupang selama ini. “Kalau memang MoU antara Pemkot Kupang dan Pemkap Kupang tidak jadi MoU itu jalan keluarnya bagai mana, agar masyarakat Kota Kupang tidak lagi mengelu air dari waktu ke waktu,” ungkap Pimpinan DPRD Kota Kupang tiga kali itu.

Dia menegaskan, masalah air di Kota Kupang ini bukan suatu hal yang sulit. Namun, tergantung niat dari Pimpinan Daerah ini maunya seperti apa. “Kota Kupang ini tidak susah air, dimana – mana orang bangun sumur bor tapi didak diatur secara baik oleh Pemkot Kupang. Semua ini tergantung strategi pemimpin untuk menanggapi persoalan air yang terjadi di Kota Kupang. Dan hingga saat ini strategi Pimpinan Daerah belum mujarab karena penanganan air di Kota Kupang belum teratasi dengan baik,” papa Yeskiel. (*hayer)