STBM MENDORONG DESA BEBAS STUNTING DAN MALARIA


Zonalinenews-Larantuka,- Deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Desa Keluwain Kecamatan Kelubagolit merupakan langkah awal upaya pemerintah mengarahkan masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat. Melalui STBM juga dimaksudkan agar masyarakat bebas dari stunting dan penyait malaria. Demikian kata Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST dalam sambuatannya saat mendeklarasikan Desa Keluwain sebagai Desa STBM, Selasa 15 Oktober 2019.

Deklarasi STBM Desa Keluwain itu ditandai dengan Penandatangan Prasasti dan penyerahan sertifikat oleh Bupati Flores Timur, Anton Hadjon kepada Kepala Desa Keluwain, disaksikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Flores Timur, Ny. Lusia Hadjon, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, Yoseph Paron Kabon, beserta beberapa anggota DPRD lainnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr. Agustinus Ogie Silimalar, Danramil Adonara, Kapolsek, Camat Kelubagolit, Camata Adonara Timur, Camat Adonara dan Camat Witihama, Kabag Humas Setda Flotim, Ketua TP. PKK Kecamatan Kelubagolit dan para Kader Posyandu Desa Keluwain serta masyarakat Desa Keluwain.

“Hari ini kami datang untuk mendeklarasikan desa Keluwain sebagai desa STBM, desa yang sudah melaksanakan lima (5) pilar dengan satu (1) pilar tambahan yaitu kandangkan ternak diluar pemukiman penduduk, harapan saya ini bukan akhir dari kegiatan ini, tapi ini adalah awal kita berkomitmen untuk melaksanakan pola hidup sehat dari deklarasinya STBM hari ini dan utk kedepan” jelas Anton Hadjon dalam sambutannya.

Bupati Anton Hadjon menjelaskan dari data yang diperoleh di Desa Keluwain ada 7 anak mengalami masalah stunting. Di Flores Timur terdapat  44 % kasus stunting, sehingga  pada bulan Juli lalu, Pemerintah Daerah mendorong program gempur stunting dengan dilaunchingnya Gerobak Cinta. “Stunting salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak menjalani pola hidup STBM. Stunting itu terjadi dalam 1000 hari pertama kehidupan, dihitung dari awal sejak kejadian sampai anak berusia dua (2) Tahun, tambah Anton Hadjon. Selain itu Bupati Flores Timur, Anton Hadjon juga menjelaskan, bukan soal makanan saja yang menjadi penyebab dari stunting akan tetapi perilaku istri terhadap suami dan suami terhadaap istri yang berdampak pada proses tumbuh kembang anak.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, kata Bupati Anton Hadjon, secara bersama-sama melaui suatu gerakan berusaha agar anak-anak yang sudah mengalami peningkatan berat badan tidak lagi mengalami stunting. Karena itu tekad Pemerintah, dalam kurun waktu 3 bulan kedepan berusaha menargetkan penurunan angka prosentase stunting  hingga mencapai 20%. Semua ini dilakukan dengan terus merawat pola makan yang teratur bagi anak-anak agar tidak lagi mengalami stunting.(*Kerjasama Humas Setda Kabupaten Flotim)