Wadah Air Berubah Jadi Anggur, Karena Mujisat Tuhan Terisi Kembali


Zonalinenews-TTS;- Hanya mujisat Tuhan, selama 20 tahun guci atau periuk tanah tempat menyimpan air yang kemudian terisi kembali tanpa campur tangan manusia.

“Sebagai seorang pemimpin, inisiatif itu harus selalu ada ketika mendapatkan informasi apapun dari masyarakat;” ungkap wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Johny Army Konay, SH Kamis 24 Oktober 2019 saat memantau pengerjaan jalan di desa Noemeto

” Saya sebenarnya hari ini Kamis tanggal 24 oktober 2019 datang dan memantau pengerjaan jalan didesa Noemeto, namun ketika berada dilokasi dan oleh masyarakat menyampaikan akan kondisi sumber mata air yang sebenarnya adalah sumber mata air dimana ada history realigi yakni air berubah menjadi anggur di tahun 1999, maka tentunya saya tergerak untuk harus sampai dan melihat langsung bagaimana kondisi sumber mata air tersebut;” tuturnya.

Menurut Johny Army Konay, waktu berada di sumber mata air Oepuah mungkin belum banyak orang tau akan history religinya dan bahkan kondisinya saat ini memprihatinkan. Bahkan hampir hilang kalau dilihat secara kasat mata,

” Tanpa berpikir panjang akan status ataupun jabatan, saya mengajak masyarakat dan melakukan tindakan untuk menemukan kembali sumber air dan terbukti ketika digali dalam kedalaman sekitar 40’50 cm sudah muncul airnya dan puji Tuhan,” ungkap Johny Army Konay.

Seorang warga Simon Neolaka pada kesmeoatan itu menuturkan, , untuk mengambil air dari sumber mata air Oepuah di tanah milik gereja Maranatha SoE dan wajib didoakan tiga malam kemudian oleh kelompok doa Shalom kampung aman melakukan doa dan mengambil air sebanyak tiga jerigen ukuran lima liter pada tahun 1999 yang kemudian air tersebut berubah menjadi anggur.

” Air berubah menjadi anggur tersebut benar adanya dan sampai saat ini masih ada dan tersimpan dirumah, di kampung aman SoE;” tutur Simon

Menurut Simon Neolaka dan istriny Taroci Neolaka, semenjak tahun 1999 dan anggur yang berubah wujud dari air bening tanpa rasa bau ke anggur yang berwarna coklat kemerahan dan beraroma anggur serta aroma lainnya habis terkonsumsi oleh tamu yang datang berkunjung dan berdoa kemudian mencoba.

” Sejak saat itu di tahun 1999 wadah tersebut kosong dan tersimpan dalam lemari yang berada khusus dikamar depan rumah kami,” beber Simon.

Lanjutnya namun tanggal 17 September 2019 ketika saya akan mengambil alkitab untuk pergi beribadah di sore hari, dan ketika membuka pintu kamar terasa aroma anggur yang sangat menyengat.

” Saat itu istri saya berpikir kalau sebotol anggur yang disisakan/ disimpan sejak tahun 1999 yang diletakan disamping guci atau periuk tanah tertumpah, namun ketika dilihat ternyata tidak ada tumpahan,” jelas Simon.

Saat itupula kata Simon kami berdoa dan setelah itu instri saya Taroci Neolaka memasukan tangannya kedalam guci. Dan ternyata ada anggur setengah guci terisi.

” Sekian lama kami sejak tahun 1999 guci tersebut kosong namun hanya mujisat Tuhan, Guci atau periuk tanah tersebut terisi kembali dengan anggur yang kami sendiri tidak tahu bagaimana prosesnya namun itulah cara Tuhan menunjukan mujisatnya,” tutup Simon Neolaka dan mama Taroci Neolaka (*Elli)