136 Titik Panas di NTT, Warga Dihimbau Hentikan Budaya Boros Air


Zonalinenews-Kupang,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi melaporkan, saat ini terdapat 136 titik panas tersebar di Dua Belas Kabupaten, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 31 Oktober 2019.

Melihat laporan resmi BMKG itu, Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi V, Jan Pieter Windy, SH. Kepada Zonalinews spontan menghimbau, kepada Masyarakat dan Pemerintah harus bersiap dengan kondisi itu, hal paling sederhana segera hentikan budaya boros air.

“Kami himbau Pemerintah dan Masyarakat bersiap dengan kondisi ini, karena sangat beresiko terhadap kebakaran serta kekeringan yang berefek pada gagal tanam dan gagal panen. Pakailah air sewajarnya, hentikan budaya boros air,” kata Jan Windy, kepada wartawan Jumat, 1 November 2019.

Lanjut Jan Windy menyampaikan, persoalan (136 titik panas) itu beresiko terhadap kerugian materil masyarakat, jika potensi bencana itu tidak ditanggapi dengan kesiap-siagaan dari semua pihak.

“Semua pihak harus siaga, kita semua harus irit dalam penggunaan air karena banyak sumber air kita yang debitnya berkurang, dan cenderung kering. Ini akan berdampak pada aktifitas masyarakat,” pungkas Jan Windy, anggota DPRD dari Partai Gerindra itu.

Jan Windy berharap, kedepan ada kerja sama yang baik antara semua pihak, khususnya pemerintah dan Masyarakat dalam menghadapi setiap persoalan di daerah.

“Di setiap kesempatan kita (DPRD) akan terus mendorong ini untuk menjadi perhatian bersama. Baik itu di tingkat legislatif, Eksekutif maupun rakyat itu sendiri,” tutup Jan Windy.

Sebelumnya data yang diperoleh Zonalinenews, berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini terdapat 136 titik panas, yang tersebar di Dua Belas Kabupaten, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 31 Oktober 2019.

Hal (136 titik panas) itu dibenarkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi, terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di NTT. Pasalnya, Ke Dua Belas Kabupaten itu adalah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Ende, Sikka, Lembata dan Flores Timur.

Sebaran titik panas itu Ia (Agung) menjelaskan, terbanyak ada di Kabupaten Kupang sebab mencapai 45 titik panas. Antara lain Amabi Oefeto 3 titik, Amabi Oefeto Timur 7 titik. Selanjutnya, Amarasi 13 titik, Amfoang 3 titik dan Fatuleu 16 titik serta Nekamese, Tabenu dan Takari masing-masing 1 titik panas.

“Terbanyak ada di Kabupaten Kupang. Selanjutnya Wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ada 32 titik panas,”Jelasnya.

Selanjutnya kata Agung Sudiono, disusul Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 25 titik panas, dan Kabupaten Belu wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste, ada 11 titik panas.

“Setelah TTS, di ikuti TTU dan Belu. Sementara kabupaten lainnya seperti Alor, Flores Timur, Lembata, Ende, Sikka, Rote Ndao, Sumba Tengah, terdapat beberapa titik panas yang tersebar merata,” Tutup Agung Sudiono.(*Erson)