Belum Bayar Material dan Upah Buruh, CV Govinda Diadukan Ke DPRD Flotim


Zonalinenews-Larantuka,- CV Govinda diadukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur ( Flotim), Rabu 27 November 2019 , pasalnya kontraktor belum membayar ongkos material berupa Kayu dan upah Tenaga Kerja (upah buruh) pada proyek yang berlangsung di Puskesmas Waiklibang.

” Segala upaya sudah ditempuh sampai kami datangi kantor Dinkes Flotim serta penandatangan perjanjian pembayaran antara kedua belah pihak yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur. Namum janji tersebut belum juga direalisasikan;” tutur Putra Sogen pemilik bahan material ( dengan Bendera Putra Sogen) sekaligus penangungjawab bagi 11 buruh pada proyek tersebut.

Menurut Sogen, segala upaya sudah ditempuh sampai pihaknya mendatangi Dinkes Flotim, bahkan pihaknya bersama kontraktor telah membuat surat perjanjian pembayaran yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur.

” Kesepakatan terjadi antara kedua belah pihak dan pimpinan CV Govinda, Ignasius Balun juga menyetujui, dibayar cicil dua kali, yang pertama CV Govinda harus bayar sebesar Rp. 58 juta pada tanggal 22 November dan cicilan kedua disepakati 3 Desember 2019 dengan besaran angka 58 juta juga;” jelas Putra Sogen.

Namun ternyata, kata Sogen, pada tanggal 22 November, pimpinan CV. Govinda tak menghadir peryemuan itu i untuk melakukan pembayaran hutang dengan total sebesar Rp. 116 juta yang di bayar dua kali.

” Hari ini saya datang ke DPRD Flotim untuk mengadukan persoalan ini agar dicari solusi untuk kami, saya sangat kecewa Kontraktor yang tak miliki modal jangan dipakai lagi oleh Pemerintah, karena kami rakyat yang jadi korban.saya berharap bisa selesai di DPRD Flotim atas persoalan ini,”tutupnya.

Pantauan Zonalinenews, Putra Sogen ditemani beberapa buruh pada saat mengadu, langsung diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Flotim, Robert Kereta.

Ketua DPRD Flotim Robert pada kesempatan menampung pengaduan yang disampaikan dan berpesen agar Putra Sogen dan teman-teman membuat surat pengaduan yang tembusan disampaikan juga kepada Bupati Flotim.

Di tempat terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan Flotim , Yohanes Djong ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 27 November 2019, membenarkan adanya pengaduan dari Putra Sogen, serta adanya perjanjian kedua belah pihak antara Putra Sogen dan Pimpinan CV Govinda yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur.

Menurut Djong, PPK Proyek tersebut adalah pak Rudi dan kesalahan pada persoalan ini ada pada Kontraktor.

” Saya berharap tukang menunggu sampai pada penyelesaian dari kontraktor, alasan kontraktor tidak dapat dihubungi di telpon tidak ada jawaban jadi kami yang berhubungan langsung dengan kontraktor juga untuk sementara menunggu saja dari Pimpinan CV Govinda,” beber Djong.

Terkait persoalan ini, pimpinan CV Govinda, Ignasius Balun ketika dikonfemasi melalui nomor selulernya belum berhasil dihubungi karena nomor kontak yabg bersangkuta sedang sibuk atau tak bisa dihubungi. (* Rita Senak)