DPRD Kota Kupang Pertanyakan Anggaran Pembangunan RKB SMPN 17


Foto : Sidang Paripurna Di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang, Selasa 19 November 2019

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang mempertanyakan soal anggaran pembangunan untuk empat ruang kelas baru (RKB) di SMP Katolik Adisucipto Penfui Kota Kupang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 yang telah ditetapkan dalam dokumen ketika sidang paripurna DPRD Kota Kupang. Namun anggaran tersebut dialihkan ke SMP Negeri 17 Kota Kupang dari empat kelas menjadi tiga kelas tanpa melalui pembahasan perubahan di sidang paripurna DPRD Kota Kupang.

“Saya minta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Kota Kupang untuk menjelaskan secara regulasi apakah boleh, namanya SMP Adisucipto sudah ada dalam SK. Namun, dialihkan ke SMP Negeri 17 Kota Kupang,” kata Anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek saat sidang paripurna di ruang sidang utama DPRD Kota Kupang, Selasa 19 November 2019.

Menurut Ewalde, dirinya merasa aneh, karena sejak sidang perubahan pada awal bulan Agustus 2019 belum ada perubahan pergeseran anggaran tersebut. “Sekitar bulan September itu saya bertemu dengan bapak Kabid Dikdas waktu itu tidak ada pernyataan perubahan pergeseran anggaran ini dan bahakan pak Kabid menyetujui sehingga saya turun pantau di lokasi tersebut,” kata politisi PKB itu.

Dia mengatakan, sidang perubahan pada bulan Agustus. Namun, masih bisa berubah.

“Ini sapa yang mau mengelabui siapa. Saya berpatokan pada SK yang Wali Kota tanda tangan itu. Dan pembangunana ruang kelas SMPN 17 Kota Kupang tidak sesuai nomenklatur yang ada,” ucap Ewalde.

Menanggapi pernyataan anggota DPRD Kota Kupang dua periode itu Kepala Dinas P Dan K Kota Kupang Dumul Djami mengatakan, pengalihan anggaran pembangunan untuk ruang kelas dari SMP Adisucipto tersebut ke SMPN 17 karena lokasi SMP Adisucipto yang tidak memungkinkan. “Ketika kegiatan ini mau dilaksanakan, para konsultan melakukan pantauan kembali. Karena tempat untuk RKB itu lokasi bangunnya tidak cukup, oleh karena itu pada sidang perubahan anggaran tahun 2019 menjadi percakapan kembali dan disetujui di bangun 3 RKB di SMP Negeri 17 yang memang sangat membutuhkan. Karena disitu siswanya cukup banyak, tetapi ada sekitar dua atau tiga ruangan yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Makanya menggunakan anggaran ini untuk membangun RKB di SMP Negeri 17,” jelas dia. (*hayer)