DPRD Minta Hilangkan Tulisan Jeriko di Kacamata Bantuan Pemkot


Suasana sidang Banggar Rabu 27 November 2019 pukul 17.30 WITA

Zonalinenews-Kupang , Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang minta Kepala Dinas Kesehatan, drg Retnowati untuk tahun 2020 menghilangkan tulisan jeriko pada gagang kecamata bantuan Pemerintah Kota ( Pemkot) bagi masyarakat Kota Kupang.

” Saya ingin tau apakah tahun 2020 Dinkes anggarkan kacamata gratis, kalau ada berapa jumlahnya, dan kalau tulisan Pemkot pada kacamata bantuan saya setuju, tapi tulisan Jeriko tolong dihilangkan karena ini bukan anggaran pribadi ,” kata Anggota Banggar DPRD Kota Kupang, Anatji Ratu Kitu Jan saat sidang Banggar Rabu 27 November 2019 di Gedung Sidang Utama DPRD Kota Kupang.

Sementara , anggota DPRD Kota Kupang, Adi Talli pada kesempatan itu menegaskan, kalau bantu masyarakat jangan pakai label jeriko,

” Anggaran 750 juta diplotkan ke kacamata tahun 2020 apakah ini peting, apakah masih banyak masyarakat yang butuhkan..?, saya sangsi , jangan sampai tidak punya data manfaat dan dampak dari pembagian kacamata dan tidak tepat sasaran karena orang yang diberikan kacamata tidak sesuai kebutuhan, bukan tambah baik malah makin rusak mungkin akibat mengunakan kacamata yang di borong secara gelondonga di pasar Senin Jakarta,” jelas Adi.

Ia mengusulkan bila di kacamata dipakai labal jeriko kenapa tidak pakai label jelo, Rewa ( Retnowati). Ela ( Eli Wairata) atau lainnya kenapa harus jeriko.

” Dengan pemberian label jeriko pada bantuan kacamata gratis bagi masyarakat kita seolah-olah melecehkan masyarakat dengan stigma miskin dengan pelebelan jeriko tersebut, seharusnya sesuai filosifi memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak perlu tau ,” jelas Adi.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskial Loudoe pada kesempatan itu menegaskan masalah label jeriko di kacamata menjadi soal dan kecemburuan, bahkan Wakil Wali Kota Kupang juga berkeinginan agar namanya ditulis juga di kacamata tersebut sehingga sebagai ketua DPRD yang mengetuk palu anggaran dirinya juga mengusulkan agar namanya juga tercantum di kacamata bantuan itu.

” Kan saya juga punya andil dalam mengetuk anggaran, Kalau Wakil Wali Kota juga minta namanya terpampang di kacamata itu, saya juga minta. kan saya ketua DPRD, untuk itu saya usulkan tidak usah pakai embel-embel macam-macan di kacamata itu,” tegas Yeskial.

Mendapati pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati soal label akan dikoreksi terkait jumlah bantuan kacamata untuk tahun 2019 sebanyak 10 ribu dengan rincian diperuntukan bagi lansia berusia 50 tahun keatas dengan jumlah sebanyak 42.886 orang.

” Pada saat pembagian kacamata di kelurahan animo masyarakat yang membutuhkan sangat tinggi, bahkan pada umur 35 tahun ke atas juga membutuhkan pada saat pembagian dan tidak mendapatkan bantuan, sehingga berdasarkan data di kelurahan dan data penunjang lainnya pada tahun 2020 pihaknya menganggarkan sebesar Rp. 750 juta untuk 30 ribu kacamata. (* tim)