Judi di Pasar Kasih Sulit Diberantas Jangan -Jangan Ada yang Bekerjasama


Lurah Naikoten I Kota Kupang, Budi Izaac

Zonalinenews- Kupang,- ” Saya heran kenapa perjudian di pasar kasih kelurahan Naikoten 1 Kota Kupang NTT, bisa berjalan cukup lama, dan tidak bisa dihentikan. Masa lingkaran perjudian yang sempit saja tidak bisa di atasi. Jangan- jangan ada yang bekerja sama,” tutur anggota DPRD Kota Kupang dari Daerah Pemilihan Kota Radja, Anatji Ratu Kitu Jan Rabu 6 November 2019 ketika dimintai tanggapan via telpon soal permainan judi di pasar kasih Naikoten 1 Kupang.

Anatji pada kesempatan itu, minta aparat kepolisian untuk berjiwa kesatria soal pembaratasan permainan judi di Pasar kasih Naikoten 1 Kupang.

Menurut Anatji , di wilayah tersebut ada RT, RW, Lurah, Camat, Babinsa.

” Yang saya liat dan saya tau di dalam pasar ada Pos Polisi tapi tidak aktif. Masa lingkaran perjudian yang sempit saja tidak bisa di atasi. Jangan- Jangan ada yang bekerja sama. Karena tidak mungkin lah dari pihak kepolisian tidak bisa menyelesaikan itu,” ungkap Anatji

Anatji merasa heran, RT/ RW yang berlokasi di situ tidak bisa melarang…?, mungkin saja takut untuk mencegah kerena kekeluargaan dan persaudaraan.

” Kaka sendiri kan tau, kita orang Kupang ni rasa persaudaraan sangat tinggi, sehingga tidak mau atau perasaan menegur hal-hal seperti itu . Atau bisa saja mereka atau sanak keluarga mereka juga terlibat,” jelas Anatji.

Anatji berasumsi jangan-jangan ada upeti atau pendapatan untuk yang punya lahan dan yang ditugaskan untuk spion atau mata-mata, Kalau tidak seperti itu, masa sih tidak bisa ketangkap.

Jadi menurut Anatji Ratu Kitu Jan, soal perjudian, semua kembali ke diri pribadi, masing-masing penjudi itu menyadari dan stop berjudi, dengan sendirinya “lahan” yang pakai berjudi itu pasti tidak ada aktifitas berjudi.

” Kalau dari pihak kepolisian dan pemerintah saja tidak bisa di atasi, kembali lagi kepada pribadi masing-masing,” tegas Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai PKB.

Anatji berharap Pospol dipasar kasih diaktifkan kembali, dan jiwa ksatria dari polisi yang bertugas di situ harus siap untuk memberantas perjudian di pasar kasih Naikoten. Kerana kalau tidak seperti itu, beribu- ribu polisi yang ada di situ pun , pasti tak mampu untuk menangkap para pelaku judi.

Lurah Naikoten 1 Kupang, Budi Izaac, Rabu 6 November 2019 pukul 08.30 WITA di ruang kerja ketika dikonfermasi soal permainan judi di pasar Kasih Naikoten 1 Kupang menjelaskan permainan judi di lokasi pasar kasih Naikoten 1 Kupang sudah sering terjadi dan bukan baru sekarang.

” Kalau bicara judi, bicara perilaku, sebab mau tangkap sepuluh kalipun kalau perilaku seperti itu, mau bagaimana lagi,” jelas Budi.

Untuk mengatasi permainan judi yang berlangsung di Pasar Kasih, kata Budi Izaac mengusulkn untuk didirikan pos Polisi di wilayah tersebut

” Bila Babinsa atau Babinkamtibas ada dilokasi itu mereka tidak bermain, namun ketika meninggalkan lokasi, permainan dilajutkan ,” ungkap Budi Izaac

Yang jadi persoalan menurut Budi Izaac, tidak selamanya Babinsa dan Babinkamtibmas 24 jam berada disana, bahkan persoalan permaian judi ini juga telah dilaporkan ke Polda NTT, tapi permainan ini masih saja berlangsung.

Soal peran kata Lurah , sebenarnya pihaknya telah maksimal melakukan penanganan dan pecegahan lewat Babinsa dan Babinkamtibmas serta berkoordinasi dengan RT /RW terkait pemainan judi namun namanya perilaku ya seperti itu.

Lurah Naikoten 1, menegaskan yang perlu berperan aktif dalam persoalan ini adalah PD Pasar yang punya pasar. Memang perlu kerjasama, aparat keamanan , pihak kelurahan serta semua unsur terkait untuk menangani persoalan ini.

Terrkait permaian judi si Pasafmr kasih Direktur II Perusahaan Daereh (PD) Pasar Kota Kupang , Okto Riwu SH kepada Zonalinenews Selasa 5 November 2019 pukul 09.00 WITA di ruang kerja menjelaskan pengunaan fasiltas pasar secara kontraktual menjadi kewenangan PD Pasar untuk menertibkan, tapi penyalahgunaan tempat diluar kontrak apalagi yang sifatnya menganggu ketertiban atau mengandung unsur-unsur kriminal sudah menjadi tanggungjawab aparat penegak hukum.

” Hal ini Babinkamtibmas. Jika persoalan ini sudah dilaporkan ke RT dan RW setempat, Babinkamtibmas sudah harus melakukan program prevensif,” tutur Mantan Kabid Humas Polda NTT, Okto Riwu.

Lanjutnya tugas utama kepolisian adalah melakukan sambang atau patroli agar pada jam-jam tertentu saat orang menggunakan fasiltas pasar seperti judi, taji ayam dan Bola Guling bisa dicegah.

Secara hukum kata Okto Riwu menjelaskan, tanggungjawab untuk keamanan ada di pihak kepolisian. Terkait dengan permainan judi dirinya pernah bersurat ke Polisi dan menyampaikan bahwa ada waktu- waktu tertentu, tempat di pasar kasih dijadikan ajang permainan judi dan dirnya tidak menyebutkan siapa pelaku permainan judi.

” Ada potensi gangguan keamanan itu yang saya lapor. Polisi dengan tugasnya harus merespon. Contohnya jangan tunggu rumah sudah terbakar baru panggil orang. Apa responnya, prepentif Pol tu apa , ? ,” tegas Okto.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, Kompol I Ketut Saba ditemui di ruang kerjanya pukul 09.39 WITA terkait persoalan judi di pasar kasih, ia menjelaskan pada saat hendak melakukan pengrebakan terkait permainan judi, dari kejahuan para pemain sudah kabur. Setelah polisi kembali meninggalkan lokasi dilakukan lagi permain judi.

” Paling apes jarak 10 – 12 meter sudah melihat anggota datang para pemain lari. Untuk menagkap pelaku sangat sulit sekali. Malah yang didapat ayam mati dipakai taji atau ayam sementara berkelahi, atau sendal milik pemain,” tuturnya.

Kompol I Ketut Saba mengakui bahwa dirinya sering mengobrak-abrik dan membubarkan permainan judi di pasar kasih.

” Setiap kali ada informasi atau laporan tekait judi saya selalu menurunkan tim namun kalau di pasar terkendala jalan sempit dan bahkan ada yang berpura-pura bersihkan bawang dan aksi lainnya saat pengrebekan untuk mengelabui petugas, sehingga untuk menagkap pelaku sangatlah sulit,” terang I Ketut Saba.

Kapolsek Oebobo menegaskan, mungkin ada mata-mata atau entah bagaimana sehingga pada saat anggota hendak melakukan pengrebekan belum berhasil menangkap para pelaku.

Untuk mencegah permainan judi biasanya menurut Kapolsek Oebobo, dirinya memerintahkan anggota untuk mengontrol lokasi yang diindikasikan sebagai tempat bermain judi.

” Biasanya kontrol dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, pada sore hari anggota melakukan patroli disana,” beber Kapolsek.

Pada kesempatan itu Kaspolsek menegaskan kepada Zonalinenews kalau ada indikasi atau dugaan anggota polisi polsek Oebobo terlibat membekingi atau menerima upeti dari permainan judi itu tolong disampaiakn ke dirinya. (* tim)