Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Nunbenu TTS


Zonalinenews-TTS,- Kegiatan rembuk stunting merupakan tahapan kedua dari penanggulangan stunting di Desa. Kegiatan pertama adalah pendataan terhadap 79 bayi-balita di Desa Nunbena kecamatan Nunbena, tim yang di pimpin langsung oleh Jedsi Tanesab S,Ip dan Kepala Desa Nunbena, Hermes Tanu Rabu 6 November 2019, dor to dor untuk melihat dari Dekat keadaan bayi-balita dirumah.

Hal-hal yang di amati sebagai berikut :
-pola makan anak
-jenis makanan yang di konsumsi
-keadaan lingkungan sekitar termasuk Kebersihan lingkungan
-persediaan makanan bagi keluarga
-ketersediaan air bersih bagi keluarga.

Tim Desa Nunbena mendapati beberapa hal yang di nilai sebagai salah faktor penyebab yakni Anak dibiarkan makan sendirian, nutrisi makanan pun tdak diperhatikan, memang Wc sehat bagi masyarakat Desa Nunbena sudah dibenahi sejak awal kepemimpinan Kepala Desa Hermes Tanu, dan sampai sekarang masyarakat Desa sudah 90 % memiliki Wc sehat, rumah masyarakat pun sudah dibenahi tetapi belum semua.

Rata-rata masyarakat Desa Nunbena sdah memiliki Rumah seng tetapi ada beberapa yang berlantai tanah.

Tim juga mendapati beberapa KK yang persediaan makanan mulai menipis,
Data data yang diperoleh saat pendataan ini di bahas di saat rembuk dan Dan BPD dan pemerintah Desa mendapat beberapa rekomendasi dr forum, BPD dan Kepala Desa menyepati beberapa hal yang direkomendasikan oleh forum yakni rumah masyarakat akan di perhtikan, Kegiatan- keguatan pemberdayaan masyarakat akan jalan ( Gerakan tanam Porang), dan tahun 2020 akan di berikan makanan tambahan bagi bayi-balita, dengan minimal 20% dari Total dana Desa,

Pemerintah Desa Nunbena masih akan terus melakukan beberapa kegiatan lagi ke depan smpai bulan Desember yakni Pemberian makanan tambahan bagi bayi-balita, konseling Gizi terpadu bagi Masyarakat, Sosialisasi tentang Pola Asuh yang benar dari pihak Puskesmas. Memang kegiatan2 ini ( Sosialisasi pola asuh dan konseling Gizi terpadu tidak teranggarkan dalam APBDes tahun 2020 tapi pemerintah Desa dan pihak Puskesmas Lilana telah menjalin komitmen yang sama yakni Perangi stunting biar generasi Desa Nunbena bisa berdaya saing.

Kepala Desa Nunbena merasa tertantang dengan angka stunting Di Desa Nunbena (4 anak penderita stunting) Kepala Desa juga memerintahkan tenaga kesehatan Desa yang ada untuk mendampingi para ibu hamil selama masa kehamilan smp perslinan ( minimal TKD berkunjung ke rumah Ibu hamil 2 kali seminggu)
Pemerintah Desa dan BPD akan mengawal persoalan ini sehingga bisa dituntaskan di tahun 2020. Pada kesempatan itu juga Kepala tidak akan tanggung2 memberi sanksi bagi ibu hamil yang tidak memberitahu kehamilannya kepada pemerintah desa, kami sebagai pemerintah Desa tidak ada maksud lain, maksud kami hanya satu yakni Semua ibu hamil harus mendapat pelayanan kesehatan. Ia juga menyarankan agar para ibu hamil mengkomsumsi Kelor sebagai lauk setiap kali makan, karena kita tdak ada uang untuk beli susu jadi lebih bagus kita makan kelor saja karena kandungan gisi yang terdapat dalam kelor sangat tinggi.

Pada kesempatan itu Pendamping Lokal Desa Nunbena ( Stifen Orison Liu mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini,

” Harapan kami sebagai pendamping Apa yang menjadi persoalan mendasar masyarakat Desa harus di perhatikan,” tuturbya.

ia juga menguraikan bahwa penting pemberdayaan keluarga, ia juga mengharapkan kepada forum untuk melaporkan kehamilan kepada pemerintah Desa untuk kemudian TKD yang sudah kita kontrak ini di arahkan untuk mendampingi Ibu hamil sampai bersalin dan ingat harud melaporkan kepada pemerintah desa karena tahun depan kita ( Pemerintah Desa akan memberi makan tambahan bagi ibu hamil, dan juga bayi-balita)

Ia juga meminta pemerintah Desa agar serius dalam persoalan stunting di desa.(* Eli)