LARANGAN LISAN BUPATI TTS, BERBUNTUT PENYAMPAIAN ASPIRASI PERSATUAN PENGECER BBM


Zonalinenews-TTS,- Ditahan oleh aparat dengan alasan katanya larangan dari Bupati TTS Eugusem P. Tahun, berbuntut pada Jumat 8 November 2019. 25 orang mewakili rekan- rekan TAP maupun pengecer yang tergabung dalam Persatuan Pengecer Bahan Bakar Minyak TTS, dikoordinir oleh Nofriyanto Manose, Fanus Taneo serta Dan Taneo. Hadir dan menyampaikan aspirasi ke DPRD TTS.

” Kami TAP ( para pengecer membeli/ mengisi bahan bakar menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua ) bahan bakar di Pertamina, semata mata untuk membantu masyarakat didesa dan juga s3bagai mata pencaharian kami setiap hari. Karena kami juga menjual secara eceran ditempat dan rumah kami masing-masing,” ujar Fanus Taneo.

Lanjut Fanus, walaupun semenjak ada perintah atau himbauan secara lisan oleh Bupati TTS untuk stop melayani kami yang tap minyak baik itu menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua.

Namun tuntutan hidup dan permintaan masyarakat desa, kami tetap tap tiarap dan dibatasi satu hari satu kali TAP menggunakan tanki standar.

Senada dengan Fanus, salah satu koordinator Persatuan Pengecer BBM.TTS, Nofriyanto Manose menyampaikan kalau usaha yang mereka geluti sangat membantu masyarakat tts dan mereka menjual juga hanya di wilayah TTS.

Manose menuturkan kalau seandainya, piahaknya di desa menggunakan traktor atau cultivator dalam mengolah lahan didesa, apakah setiap saat harus membawa alat-alat tersebut untuk mengisi bahan bakar di pertamina..???

” Tentunya tidak, sehingga selain kendaraan bermotor dan bahkan kendaraan puskesmas dikecamatanpun mengisi minyak dipangkalan2 kami yangvada didesa,” tuturnya.

Diterima di ruang Banggar DPRD TTS, oleh wakil ketua Religius Usfunan dan sejumlah anggota DPRD lintas komisi serta beberapa perwakilan eksekutif yang diminta hadir oleh dprd diantaranya kadis Koperindag TTS BF. TOBO, SE dan juga Kadis Perijinan, Musa S. Benu

Pada kessmpatan itu, Religius Usfunan menyampaikan bahwa himbauan lisan yang disampaikan Bupati TTS beberapa waktu lalu saat terjadi kelangkaan minyak di TTS , yang kemudian diikuti oleh larangan pengisian tap oleh oknum kepolisian berpakaian preman, sekiranya tidak mengganggu aktifitas masyarakat desa, dimana memang pertamina sendiri tidak menjangkau sampai ke desa-desa.

sementarav, Anggota DPRD TTS, David Boimau pada kesemoatan itu berharap agar apa yang diadukan saat ini oleh masyarakat sekiranya dicarikan jalan keluar agar kelompok TAP minyak ini bisa diberikan keabsahan. Namun berdasarkan kajian yang tidak bertentangan dengan aturan, sehingga tidak harus ada yang dikorbankan.

Sementara itu, Kadis Koperindag TTS, BF. TOBO, SE menyampaikan bahwa wilayah TTS memang luas dan pertamina ( SPBU) hanya empat,

” Yang saya tangkap dari pernyataan Bupati adalah membatasi TAP minyak saat kelangkaan BBM. itu terjadi. Sehingga alternatif yang saya tawarkan adalah kita undang Pertamina untuk menjelaskan kenapa kita mengalami kelangkaan minyak dan kemudian kita harus membatasi tapi tidak menutup atau melarang;” tuturnya.

” Berkaitan dengan ijin untuk kelompok TAP minyak di Pertamina dan pengecer, pada prinsipnya kita membuka ruang untuk silakan mengurus ijin usaha, selama itu diatur dalam aturan minerba. Karena proses ijin usaha secara online,” tutur Kadis Perijinan, Musa S. Benu (*Elli)