Live KSF Pertunjukan Benda Langit Pada Siswa SMP, Peserta CCF IX


Zonalinenews-Kupang;- Selain melombakan Cerdas Cermat Fisika (CCF) pada siswa siswi SMP se Nusa Tenggara Timur (NTT), Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana yang tergabung dalam Kelompok Studi Fisika (Ksf) juga live mengelar pertunjukan, pengamatan benda-benda langit pada peserta CCF IX, Di lantai 5 Rusunawa Undana, 12-13 November 2019.

Ketua Umum KSF Yohanes Oa Yona, kepada awak media menyampaikan, tujuan dari pertunjukan itu adalah untuk memberikan pembalajaran langsung di Alam pada siswa siswi SMP, peserta CCF IX.

“Kami buat ini supaya anak-anak bisa amati secara langsung. Sebab lebih banyak peserta CCF kali ini (2019) datang dari daerah, sehingga mungkin juga dengan keterbatasan alat, mereka kurang lakukan hal-hal itu,” Cetus Yohanes di lantai 5 Rusunawa Undana.

Pameran pengamatan benda-benda langit itu, Lanjut Yohanes, mereka (KSF) selenggarakan Dua malam untuk peserta CCF IX, dan dibantu oleh para Dosen Fisika.

“Kami buat kegiatan ini Dua malam, biar anak-anak bisa belajar lebih efektif. Kegiatan ini juga di bantu oleh dosen-dosen kami di Fisika, Dosen terlibat langsung. Sebentar Kakak (wartawan) juga bisa lihat langsung benda-benda langit itu,”Kata Yohanes, sembari menunjuk ke arah bintang-bintang yang bertaburan indah, malam itu di langit, (12/11).

Herry Fridolin Lalus, S.Si., M.Si. Seorang dosen muda FKIP Fisika Undana, saat mendampingi KSF dan peserta CCF IX dalam pertunjukan itu, kepada wartawan mengatakan, prinsipnya mereka pasang teleskop untuk mengenalkan sains antariksa lebih dekat ke siswa.

“Kita pasang teleskop ini supaya siswa bukan hanya lihat gambar benda-benda langit di TV saja kalau ada Saturnur, Jupiter dan lain-lain… Tapi bisa lihat langsung disini” Kata dosen Herry.

Lanjut Hery Lalus menyampaikan, di NTT khususnya di Timau pulau Timor sudah di bangun observatorium terbesar di Asia Tenggara, tetapi anak-anak belum tahu.

“Ini sebenarnya untuk memperkenalkan lebih awal kepada mereka (Siswa-siswi). Bahwa ini kita punya Saturnus, kita punya bulan begini. Jadi jangan sampai orang lain dari luar yang datang dan tahu, sementara kita tidak tahu apa-apa,” pungkas Hery Lalus, alumni ITB itu.

Prinsip kerja teleskop yang di gunakan, Hery, dosen muda berdara Timor itu menjelaskan, mereka mengunakan teleskop Reflektor Vixen yang sudah modern.

“Ini teleskop reflektor, pakai lensa cermin. Jadi kenapa pakai cermin, kalau pakai lensa obyektifnya akan terjadi yang namanya abrasi warna. Jadi cahaya yang datang yang diterima itu beda medium, dan udara masuk ke cahaya baru dibiaskan. Disitu akan muncul dispersi, akan muncul warna lain. jadi itu bukan lagi warna asli yang kita lihat. Makanya teleskop sekarang sudah dirancang pakai cermin, dan itu lebih bagus. Kita bisa lihat dengan jelas dan baik semua benda-benda langit,” jelas Hery.

Pengamatan benda-benda langit, lanjut Hery Lalus menerangkan, akan lebih sedikit kesulitan kalau cahaya Bulan terlalu terang ke Bumi, istilahnya polusi cahaya, itu akan sangat menganggu pandangan ke benda-benda langit melalui teleskop.

“Tadi kita sedikit kendala karena cahaya Bulan terlalu terang. Itu sangat menganggu pandangan kita ke benda langit. Syukurlah tadi sekitar 20 menit kami berhasil dan anak-anak sudah bisa melihat benda langit seperti Saturnus dan Bulan dengan jelas,” terangnya.

kebersamaan dan pembelajaran secara langsung itu, menurut Hery Lalus, sangatlah menarik.”Ini menarik. Kita bisa diskusi langsung dengan mahasiswa dan siswa lebih nyaman. Anak-anak bisa langsung melihat benda-benda langit, bukan seperti di kelas,” tutup Herry Fridolin Lalus, Dosen Fisika itu.

Pantauan Zonalinenews, siswa-siswa dari 21 Kabupaten di NTT sedang mengikuti lomba CCF IX di Undana. Disela-sela perlombaan itu mereka juga di fasilitasi Kelompok Study Fisika untuk mengamati benda-benda langit secara langsung dari lantai 5 Rusunawa Undana. Kegiatan itu (Pengamatan benda-benda langit) berlangsung mulai pulul 19:00 – 22:00 Wita.(*Erson)