Mantan Gubernur NTT FLR Bantah Ada Terima Uang Fee Dari Proyek NTT Fair


Foto : Mantan Gubernur NTT FLR (kanan) Mengunakan Baju Kemeja Putih Dan Beberapa Saksi Lainya dalam Sidang Agenda Pemeriksaan Saksi – Saksi Pada Kasus KorupsiProyek NTT Fair di Pengadilan Tipikor Kota Kupang, Senin 11 November 2019

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) membanhtah keras tuduhan terhadap dirinya yang pernah menerima uang fee dari proyek pembangunan fasilitas pameran NTT Fair pada 2018 lalu di Kelurahan Lasianan, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Menurutnya, dia pernah dibawakan amplop oleh ajudannya Aryanto Rondak (saksi). Namun amplop tersebut langsung ditaruh di atas meja kerjanya atas perintah dirinya. “Bapa hakim yang mulia saya tidak pernah terima uang,” kata FLR sebangai saklsi ketika menjawab pertanyaan Hakim Ketua Djo Johnson Mira Mangngi S.H.,M.H saat sidang kasus korupsi proyek pembangunan fasilitas pameran NTT Fair di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Kupang, Senin 11 November 2019.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut berlangsung sekira pukul 09.30 – 16.30 wita dipimpin langsung oleh hakim Ketua Djo Johnson Mira Mangngi S.H.,M.H yang didampingi oleh Hakim Anggota Ary Prabowo S.H dan Ali Muhtarom S.H dihadiri juga oleh sejumlah saksi lain diantaranya Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benpolo Maing, Ajuda kedua Mantan Gubernur FLR Aryanto Rondak, Staf dari Dinas Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Boby Lanoel, serta terdakwa yang sudah ditahan dalam kasius tersebut, mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Provinsi NTT Yuliana Alfa.

Hadir sebagai saksi dalam persidangan tersebut, dia juga membantah pernah menerima amplop yang berisi uang yang ditaruh di atas meja kerjanya oleh ajudannya yang ditiotip oleh mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Provinsi NTT Yuliana Alfa. “Tidak pernah yang mulia,” ungkap FLR saat menjawab pertanyaan hakim.

Sementara itu dalam sidang tersebut mantan ajudan FLR saksi Aryanto Rondak mengatakan dirinya pernah menyerahkan titipan amplop dua kali kepada FLR.”Saya pernah menerima titipan amplop sebanyak dua kali melalui Staf, Dinas Perumahan Rakyat Provinsi NTT, Boby Lanoel dari ibu Kepala Dinas Perumahan Rakyat Provinsi NTT Yuliana Alfa untuk diserahkan kepada Bapak FLR. Tapi bapak FLR menyuruh saya untuk menaruh amplop tersebut diats meja,” kata dia. (*hayer)