Operasi Zebra 2019 Satlatas Polres Rote Ndao Berakhir, Jumlah Pelanggaran Menurun


Kepala Satuan Polisi Lalulintas Polres Rote Ndao Iptu Julius Z.Nalle

Zonalinenews-Rote Ndao;- Satuan Polisi Lalulintas Polres Rote Ndao telah selesai melaksanakan tugas Operasi Zebra Tahun 2019 dengan baik.operasi Tahunan yang wajib dilaksanakan setiap Tahun dalam rangka pengamanan menjelang hari natal dan Tahun baru tersebut telah sukses dilaksanakan oleh Satlatas Polres Rote Ndao dibawah pimpinan Kasatlantas Rote Ndao Iptu Julius Z.Nalle dan telah berakhir pada Rabu 06/11/2019 lalu.

Operasi Zebra tersebut di fokuskan bagi Pengemudi yang menggunakan Handphone saat berkendara, Pengemudi yang melawan arus, Pengemudi sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang, Pengemudi yang masih di bawah umur, Pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak mengunakan Helm Standar Nasional Indonesia(SNI), Pengemudi kendaraan bermotor yang mengunakan Narkotika dan Obat-obatan terlarang dan Mabuk,serta Pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan minimum yang ditentukan.

Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo melalui Kepala Satuan Polisi Lalulintas Polres Rote Ndao Iptu Julius Z.Nalle kepada wartawan mengatakan, Operasi Zebra Tahun 2019 dimulai sejak Rabu,Tanggal 23 Oktober 2019 sampai 05 Nopember 2019( 14 Hari Kalender).

” Sesuai data terkait dengan masalah pelanggaran Lalulintas Tahun 2019 sebanyak 162 pelanggaran dibanding dengan Tahun 2018 sebanyak 155 pelanggaran. sangsi Teguran Tahun 2019 berjumlah 93 data dan 2018 berjumlah 80 data,” tuturnya.

Diantaranya, jenis Pelanggaran Lalulintas bagi Sepeda Motor yang tidak menggunakan helm kata Kasat, pengendara melawan arus, mengggunakan handphone saat berkendara, Berkendara dibawah pengaruh alkohol, Melebihi batas kecepatan, Berkendara di bawah umur, Strobe Lights(Lampu Sorot), Ruas pengguna pejalan kaki (rotoar) Surat-surat Kendaraan dan Lain-lain sebanyak 159 Pelanggaran,.

” Data perbandingan pelanggaran Tahun 2019 dibanding 2018 berjumlah 154 pelanggaran,” ungkapnya.

Iptu Yulius Nalle menambahkan, Barang bukti(BB) yang di sita berupa kelengkapan kendaraan yaitu Surat Ijin Mengemudi (SIM), STNK,sebanyak 162 barang bukti dalam melaksanakan operasi zebra tahun 2019 dan yang menjadi titik operasi zebra tahun 2019 selama 14 hari kalender berdasarkan kawasan, dititik beratkan pada kawasan permukiman, kawasan perbelanjaan, perkantoran, kawasan wisata dan kawasan industri.

Namun terkait masalah kecelakaan lalu lintas tahun 2019 Kasat Lantas Yulius Nalle mengatakan tidak ada korban meningal dunia, luka berat, luka ringan, maupun kerugian materil.

Untuk diketahui data jumlah kecelakaan lalu lintas operasi zebra 2018 sebanyak 60 kejadian mengalami peningkatan 24 kejadian atau 67 % dibandinkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 36 kejadian.

Selanjutnya jumlah korban meninggal dunia operasi zebra tahun 2018 sebanyak 13 orang, mengalami peningkatan sebanyak 4 orang atau 44% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 9 orang.

Selanjutnya, Jumlah korban luka berat operasi zebra tahun 2018 sebanyak 22 orang, mengalami peningkatan sebanyak 12 orang atau 120% dibanding periode yang sama tahun 2017 sebanyak 10 orang.

Serta Jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi zebra tahun 2018 sebanyak 6.223, mengalami kenaikan 15% dari tahun 2017 dengan jumlah pelanggaran 5.417. Dengan demikian jumlah pelanggaran mengalami penurunan pada operasi zebra tahun 2019.Hal ini disebabkan tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam berkendara dan mematuhi peraturan Lalulintas dijalan raya semakin meningkat.(*Tony)