Pengurus PGRI NTT Gelar Seminar Nasional


Zonalinenews Kupang- Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), gelar seminar Nasional dengan Thema ‘Pendidikan berkualitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menyongsong era digital’, Kamis 28 November 2019, di Aula serba guna Cahaya Bapa, Kota Kupang.

Narasumber dalam Seminar Nasional itu, Rektor UPG 45 David Selan, SE.,M.M. Materi Problematika Guru di NTT, perwakilan Kapolda NTT Dr. I Putu Adiyasa, SH.,M.Si. Materi peranan Polri dalam melindungi Guru bertugas, Dekan FKIP Undana Kupang Dr. Melkisedek Taneo, M.Si. Materi pendidikan profesi Guru dalam menciptakan guru unggul, Moderator Marsi D.S Bani, M.Si. Dosen FKIP Fisika Undana.

Hendrik Adu, S.Pd.,M.Pd. ketua panitia Seminar Nasional, dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus PGRI NTT, yang telah memberi kepercayakan kepada mereka untuk merencanakan, mengkordinasi dan melaksanakan kegiatan HUT PGRI Ke 74 dan hari Guru Nasional Tahun 2019. “Terima kasih” Ucap Hendrik Adu.

Perayaan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, kata Hendrik, dilaksanakan setiap Tahunnya dengan berbagai macam aneka kegiatan.

“kami penitia telah merumuskan beberapa kegiatan dan telah dilaksanakan. Kami bakti sosial pungut sampah, donor darah, berziarah di makam para pahlawan di beberapa titik pekuburan. Pekuburan I H Doko di fatukoa, dan Pekuburan pahlawan di Mopoli. Hari ini kita lakukan Seminar Nasional,” Kata Hendrik.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan itu, tutur Hendrik, adalah berdasarkan surat edaran pengurus besar PGRI di Jakarta, bahwa semua pengurus PGRI di tingkat Provinsi harus gelar seminar Nasional.

Pembicara dalam Seminar itu tambah Hendrik, difokuskan pada perenungan terhadap Guru, antara PGRI dengan Kepolisian, dan tentang Pendidikan profesi guru dalam rangka mempersiapkan tenaga pendidik untuk sertifikasi. Harapannya, peserta seminar dapat mengikuti kegiatan itu dengan baik.

“Sudah ada MOU antara Pengurus pusat PGRI dan Polri untuk melindungi Guru, na ini bapak ibu Guru harus tahu dengan baik, itu begitu. Untuk PPG bapak Dekan Fkip Undana nanti kupas bersih buat kita semua. Peserta diharapkan bisa ikuti kegiatan dengan baik,” tutup Hendrik Adu.

Ketua PGRI NTT Drs.Octo Ouwpoly dalam sambutanya, menyampaikan, mereka hadirkan kegiatan strategis itu untuk para Guru dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. “Ada momen strategis di pagi ini, rangakaian kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Guru Nasional,” katanya.

Persatuan Guru dan pemerintah, kata Ouwpoly sedang bersinergi bangun bangsa. Sebab, pembangunan di bangsa Indonesia tidak terlepas dari kinerja Guru yang hebat.

“Persatuan Guru Indonesia terus bersinergi dengan pemerintah bangun bangsa ini. Guru itu pekerjaan profesi, sehingga kita harus profesional. Guru itu akar dari kehidupan bangsa. Ayo.. kita tata nasip guru dengan baik,” tegas Ouwpoly.

Lanjut Octo Ouwpoly berharap, dewan kehormatan para Guru sudah harus berjalan, sehingga jika ada gesekan dalam proses pembelajaran disekolah, tidak harus diurus oleh orang tua siswa dan Kepolisian.

“Kedepan ada masalah antara Guru dan siswa dalam proses pembelajaran, jangan langsung bawah ke Polsek atau Polres. Masih ada lembaga internal yang urus dahulu persoalan itu, Dewan kehormatan Guru akan bekerja,” pungkas Octo Ouwpoly, Ketua PGRI NTT.

Tambah Drs.Octo Ouwpoly berterima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir untuk membawahkan materi-materi strategis pada guru-guru, dan panitia yang telah bekerja keras hingga kegiatan itu bisa terlaksana

“Terima kasih kepada Dekan Fkip Undana Kupang, Rektor UPG 45 dan perwakilan Kapolda NTT atas kesediaannya. Terima kasih juga kepada panitia yang telah berupaya gelar kegkiatan ini,” kata Octo Ouwpoly Sembari membuka kegiatan Seminar Nasional dengan resmi.

Pantauan Zonalinenews, peserta yang hadir berjumlah 222 guru-Guru TK, SD, SMP dan SMA dari Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang dan Kota kupang.(*Erson)