Pimpinan Kepercayaan Semata, Mase Sebut DPRD Kerja Kolektif “Tak Ada Menang Kalah”


Zonalinenews.com – tOelamasi,- Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daearah (DPRD) Kabupaten Kupang, Anis Mase ditemui media ini usai sidang penetapan komposisi Alat Kelengkapan Dewan (Rabu 13 November 2019) Pukul 21.26 Wita. Anis Mase menyatakan ucapan terima kasih kepada semua Anggota DPRD Kabupaten Kupang atas terselesaikannya penetapan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Ia menambahkan proses Penetapan Alat Kelengkapan Dewan telah melalui suatu proses mekanisme yang alot dan baik , karena setiap anggota DPRD Kabupaten Kupang meski berbeda pendapat serta berdinamika secara alot, namun ujungnya dengan keputusan Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang baik. Sehingga bisa diterima lapang dada bagi semua sebagai seperjuangan yakni Dewan, oleh Dewan dan untuk rakyat.

Halnya ini membuat ia tersanjung atas niat baik Seluruh anggota DPRD , yang senantiasa sadar akan pentingnya arti kebersamaan sebagai legislatif yang harus bermisi kolektif dan kolegial dalam pengawas, membahas anggaran dan melegislasi berberdasar supremasi hukum yakni asal kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum bagi daerah dan warga Kabupaten Kupang ke depan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang dihemban oleh diri seorang Anggota Dewan porsi-porsi komisi.

“hampir semua sudah sudah berjalan dengan mekanisme sesuia dengan regulasi yang berlaku. Saya tentunya berterima kasih kepada seluruh anggota DPRD yang menerima semua ini sebagai sebuah kerja kolektif,” jelas Mase.

Lebih lanjut disampaikan Mase bahwa Pembentukan AKD hanya sebuah alat untuk memberikan porsi kepercayaan semata sehingga menurutnya dan tidak perlu harus ego serta hal ini harus dihargai sebagai sebuah kesempatan Bagaimana seorang perwakilan rakyat menggunakan alat untuk menjawab kepentingan rakyat yang mempercayai Deean perwakilan Rakyat.

Menurutnya bahwa tidak ada rumus menang dan kalah dalam internal legislatif.

“Tidak ada Menang dan kalah yang ada hanyalah kerja kerja kolektif dan yang jadi pimpinanan hanya sebuah kepercayaan, menunjukan bahwa teman-teman bisa dipercaya, harus dibuktikan denga baik,” tandas Mase.

Tambahnya jika benar dihati seorang Dewan ada rasa kesatria untuk warga Kabupaten Kupang, maka Sebuah dinamika hanya selingan nada di gedung kerujut sehingga tidak bijak jika disimpan dalam waktu yang lama.

Menurut Mase, KUA PPAS telah di depan mata sehingga sudah waktunya Energi Dewan dikumpulkan dan fokus untuk membahas KUA PPAS bersama pemerintah daerah Kabupaten Kupang.

” Saya Pikir setelah AKD ini, kita akan masuk kepada pembahasan KUA PPAS dan setelah itu kita akan masuk dalam membahas APBD 2020,” tuturnya.

Saat ditanya Media, rencana pembahasan KUA PPAS, Mase menjelaskan bahwa hari Senin tanggal 18 November 2019 DPRD Kabupaten Kupang akan membahas KUA PPS karena sesuai dengan Permendagri No. 33 menjelaskan bahwa APBD Kabupaten Kupang 2020 paling lambat disepakati tanggal 30 November 2019.

“Hari Senin Kita akan bahas KUA PPAS ini sudah maraton dan sesuau dengan permendagri 33 APBD Kabupaten Kupang atau APBD 2020 paling lambat disepakati tanggal 30 November 2019,”ucapnya.

Menurut Wakil Ketua Anis Mase bahwa dari waktu setenggah bulan untuk membahas KUA PPAS maka internal legislatif harapkan beremuk secara dewasa dalam dinamika dan demokrasi serta jentel berbagi pemikiran hebatnya dengan saling mendukung untuk melihat dan menghadapi rangcangan program pemerintah Daerah terkhususnya bagaimana melihat Program dan indikator yang kepentingan warga Kabupaten Kupang yang dibangun KUA PPAS secara teliti dan saksama. (*Paulino)