Tinggal 18 Hari Kalender, Proyek 4 Miliar Lebih Belum Selesai Dikerjakan


Zonalinenews.Com-Ba’a. Proyek Peningkatan ruas jalan Batutua-OeIe yang melintasi Desa Kuli Aissele Kabupaten Rote Ndao, Provinsi-NTT hingga saat ini belum selesai dikerjakan. Pasalnya waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut tersisa 18 hari kalender.

Pekerjaan yang dibawah pengawasan langsung Dinas PU Binamarga Kabupaten Rote Ndao Melalui Kepala Dinas PUPR, Dominggus Modok,ST, MT ketika ditemui Wartawan diruang kerjanya mengatakan, Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Batutua-Oele HotMix Volume 2.465 Kilo Meter hingga saat ini secara fisik sudah selesai dan pihaknya selaku Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah meninjau langsung ke lokasi pada Jumat ( 1/11/2019) .

” Silahkan media bertemu langsung dengan penjabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang Bina Marga untuk mengetahui lebih jelas tentang pekerjaan peningkatan ruas jalan tersebut;” tuturnya.

Pantauan media pada Rabu 23 Oktober 2019 telihat ada ketidak beresan pada badan jalan yang melintasi Desa Kuli Aisele.

Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga Dinas PUPR, Jakob Nunuhitu,ST ketika ditemui awak media terkait hal tersebut mengatakan, pekerjaan peningkatan ruas jalan yang menelan anggaran 4 milyard lebih tersebut tersisa 18 hari kalender dan akan berakhir pada tanggal 20 November 2019.

Menurut Nunuhitu, semua pekerjaan dinilai selesai bukan hanya fisik pekerjaan saja, tetapi harus secara administrasi karena fisik dan administrasi merupakan sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan.

Jakob Nunuhitu menjelaskan, secara teknisnya petugas harus melakukan pengecekan (COR) utuk mengetahui ketebalan Hotmix, tebal pasangan, serta tinggi timbunan. Bila sudah sesuai secara fisik, barulah masuk kepada administrasi.

“Jadi pekerjaan proyek selesai itu bukan berpatokan pada fisik pekerjaan saja, akan tetapi administrasi juga dan semua itu melalui peninjauan terlebih dahulu ke lokasi proyek, seperti tebal timbunan, tinggi timbunan dan tebal pasangan, baru bisa dikatakan bahwa pekerjaan tersebut telah selesai,”ungkapnya.

Diakui Nunuhitu bahwa sebagai Penjabat Pembuat Komitmen dirinya melihat bahwa keadaan pekerjaan fisik di lapangan belum selesai 100% atau belum Matual Check (MC 100 ) harus pula diikuti dengan laporan pengecekan kembali fisik pekerjaan tersebut guna mencocokan kembali administrasi dan fisik agar sesuai.

Sementara keluhan Masyarakat berinisial OP perteloon Sabtu( 2/11) Pukul 21:40 WITA mengatakan, kualitas jalan yang sementara dipenghujung pekerjaan tersebut terkesan asal jadi. Pasalnnya sebagai salah satu pengguna jalan yang kesehariannya harus melintasi ruas jalan tersebut, merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan namun mutu pekerjaannya tidak menunjukan kwalitas pekerjaan yang benar.

“Aduh Bapa ee dia punya kualitas jalan sudah model kayak batu-batu pecahan kecil yang ada tersusun dan suda retak-retak, lalu khusus diwilayah yang melintasi Desa Kuli Aisele itu dong (mereka) punya Truk sendiri yang ada melintas pergi datang dan aspal melekat sendiri di ban Truk sampai aspal itu terkelupas dari badan jalan,”ungkapnya sambil berharap agar dipubikasikan.

Ditambahkan OP bahwa pekerjaan Hotmix tersebut yang menelan anggaran 4 miliar lebih menurutnya sangat tipis dan diperkirakan ketebalannya tidak lebih dari 2 cm.

“Masyarakat banyak yang mengeluh tentang jalan yang baru dikerjakan tersebut sehingga saya lewat mereka keluhkan bahwa mengapa anggaran negara dari uang rakyat kok dikerjakan asal jad,” tanya OP menirukan keluhan Masyarakat.

Untuk diketahui sesui papan informasi proyek, nama pekerjaan peningkatan Ruas Jalan Batutua-Oele, lokasi Proyek Kecamatan Rote Barat Daya, Konsultan superfisi yakni CV El Emunah, Kontraktor Pelaksananya PT Rotendo Permai,Nomor Kontrak,341/PPK-BM/DPUPR-RN/VI/2019,Nilai Kontrak Rp.4.966.452.679 ( Empat Milyar Sembilan Ratus Enam puluh Enam juta Empat Ratus Ratus Lima puluh Dua Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Rupiah Kosong Lima Sen)Temasuk PPN 10 %,Sumber dana DAU,

Hingga berita ini dipublikasikan Kontraktor Pelaksananya PT Rotendo dan Konsultan superfisi yakni CV El Emunah belum berhasil dikonfémasi terkait keluhan masyarakat atas pekerjaan jalan tersebut. (* Toni Adang)