Uskup Agung Doakan Kebersamaan Dewan dan Pemerintah Bangun Kabupaten Kupang


Zonalinenews- Oebelo, Uskup Agung Kupang, Petrus Turang hadir dalam kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Kabupaten Kupang 2019 di Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo (Rabu 20/11/2019).
Uskup Agung Petrus Turang di sela-sela Misa mendoakan kebersamaan penyelenggara pemerintah daerah Kabupaten Kupang. Pesan dalam doanya mengajak segenap Eksekutif dan legislatif di Kabupaten kupang untuk senantiasa bahu membahu bersatu melihat kepentingan pembagunan bagi warga khususnya warga jelata Kabupaten Kupang. Pasalnya seorang pemimpin baik dan pantas haruslah berkarakter yesus kristus. Kehadirannya untuk menyelamatkan umat manusia dan memberikan kesejukan di hati masyarakatnya.

Pada kesempatan itu Uskup berpesan bahwa seorang raja harus menjadi seorang pelayan yang baik menjauhi diri dari kepentingan pribadi yang mengimpitnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kepentingan mengarah pada kepentingan tidak diperkenankan. Apalagi hanya berdinamika semu diatas kesulitan masyarakat susah.

“Banyak orang-orang yang melakukan pencitraan untuk kepentingan dirinya atas nama kekuasaan dari rakyat mereka menperoleh dan mengembangkan kekayaannya, dan membiarkan sesama yang menderita, mereka sangatlah tidak setuju jika orang-orang kecil di bangun kemandiriannya dalam sistem yang dibentuk. Padahal disatu sisi mereka lupa bahwa kekuasaanya itu diperoleh atas kepercayaan orang-orang kecil. Sehingga diharapkan pemimpin di Kabupaten Kupang merenungkan ini sebagai upaya menjaga suasana iman di hati setiap pribadi masing masing,” ucap Uskup.

Terpantau media ini, dihadapan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kupang dan Wakil Bupati Kupang serta Peserta lomba dan umat yang hadir, Uskup Agung mengharapkan agar setiap pemimpin yang dipercayakan rakyat agar berjiwa besar untuk saling terbuka dan bersatu untuk kedamaian dan kesejahteraan masyarakatnya sebab menurutnya sebuah Jabatan hanya titipan sementara, sehingga menurutnya kepemimpinan yang diperoleh dari sebuah perjalanan harus dihargai sebagai tugas untuk berpelayanan bagi masyarakat tanpa padang suku dan ras. (*Paulino)