Wakil Bupati TTS Hadiri Pembukaan Festival Budaya Kecamatan Kuatnana


Zonalinenenews-TTS;- Wakil Bupati TTS, Army Konay menghadiri Pembukaan Festival Budaya Tingkat Kecamatan Kuatnana Tahun 2019 yang dilaksanakan tanggal 14 Nov. 2019 di Situs Budaya Benteng None – Desa Tetaf.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati TTS menyampaikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kuatnana dalam menggelar momen tersebut.

“Saya perlu memberikan profisiat atas itikad yang cerdas dari Pemerintah Kecamatan Kuatnana dalam menggelar kegiatan seperti ini. Kita harus kreatif utk terus menjaga nilai-nilai luhur peninggalan nenek-moyang kita sebagai warisan yang harus dipertahankan,”,) tandas wakil Bupati.

Ditemani oleh Kepala Dinas Perindokop TTS, Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kabid Pendidikan & Kebudyaan Kabupaten TTS, Wakil Bupati miminta kepada dinas-dinas tersebut untuk memperhatikan fasilitas pendukung di Situs Budaya Benteng None.

“Saya minta pak Kadis Pertanian agar melakukan survei air bawah tanah untuk menghadirkan sumur bor disekitar Benteng None sehingga air tersebut dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.

Kepada dinas Pariwisata untuk memperhatikan revitalisasi situs Budaya ini agar keasliannya tetap terjaga dan memiliki fasilitas yang memadai. Kalau bisa perjuangkan anggarannya masuk dalam APBD 2021. Tandasnya.

Sebelum membuka kegiatan, Wakil Bupati dibawa mengelilingi Benteng None dan dipandu oleh warga penjaga Benteng None dalam Napak Tilas Sejarah Benteng None yang sangat berkesan.

Sementara dalam sambutan Camat Kuatnana, Yuliana Woy, BA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap pengelolaan dana desa khususnya dibidang inovasi.

“Kegiatan ini kami maksudkan juga untuk memamerkan hasil-hasil kerajinan tangan dari BUMDes, PKK, Kelompok Pengrajin, hasil pertanian dan peternakan dan lain sebagainya yang merupakan hasil inovasi desa, “ucapnya.

Camat juga menyampaikan bahwa di Kuatnana, masih terdapat tempat-tempat yang berpotensi menjadi objek wisata baru selain Benteng None yang sudah mendunia, antara lain Danau Supul di desa Supul dan Neten Tenun di desa Tetaf.

“Danau Supul dan Neten Tunan di Sonaf Tetaf kalau dikelola secara maksimal maka akan menjadi objek wisata baru yang menjadi primadona bagi wisatawan,” kata Yuliana”.

Ketua Panitia, Yan Faot dalam laporannya menyampaikan bahwa pengaruh budaya luar tidak bisa dianggap remeh di zaman milenial saat ini. Harus ada gebrakan dan terobosan untuk memproteksi keasliaan nilai-nilai Budaya Lokal dari ancaman globalisasi yang saat ini berkembang.

“Kemajuan ilmu pengetahuan, komunikasi dan informasi yang begitu pesat saat ini sebagai dampak dari globalisasi, membawa pengaruh negatif terhadap generasi saat ini khususnya dibidang kebudayaan. Generasi saat ini rancu membedakan mana budaya asli miliknya dan mana budaya luar. Tak dipungkiri bahwa masyarakat saat ini lebih cenderung memilih budaya luar ketimbang budaya sendiri,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan ini dihadiri oleh 8 desa dalam wilayah kecamatan Kuatnana dengan bentuk-bentuk kegiatan antara lain pertama, Pagelaran Seni Budaya antara lain Tarian Ma’ekat, Bonet, Pembacaan Puisi menggunakan bahasa daerah, ceritera rakyat, biola, juk dan lain-lain karya seni masyarakat.

Kedua, Pameran hasil pertanian, peternakan, kerajinan tangan. Dan yang ketiga Penyuluhan Kesehatan (stanting dan pengobatan gratis). Tandas Yan.. Lanjutnya bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberi ruang promosi terhadap hasil-hasil inovasi desa.(*elli)