Diksel Haning: Menyelamatkan Jiwa Sebanyak Mungkin, Satu Korban Hilang itu Tragedi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Diksel Haning, SH

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning, SH

Zonalinenews.Com-Ba’a,- Masyarakat Rote Ndao dihimbau untuk mewaspadai bencana yang mungkin sewaktu-waktu akan terjadi pada masa penghujan Tahun ini,seperti bencana puting beliung yang baru-baru ini terjadi di Desa Meoain,Kecamatan Rote Barat Daya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Rote Ndao Diksel Haning,SH kepada zonalinenews.Com diruang kerjanya mengatakan, terkait dengan badai yang baru-baru ini terjadi di Desa Meoain,setelah dikaji ternyata adalah angin puting beliung.

Menurut Haning,kalau dilihat dari sejarah, bencana yang sering terjadi di Pulau Rote adalah bencana angin puting beliung, namun lebih banyak terjadi di lautan sedangkan yang terjadi di Desa Meoain baru-baru ini adalah di daratan dan memang merupakan suatu peristiwa yang luar biasa dan tidak terduga dengan pusarannya yang sangat besar, namun beruntungnya hal tersebut terjadi di daerah persawahan nggelak.

Dijelaskan Haning, badai tersebut kemudian bergerak ke arah perumahan di Desa Meoain utara namun setelah badai tersebut masuk ke perumahan penduduk,kemudian pusarannya hilang.Memang ada beberapa kerusakan diantaranya ada rumah warga yang kehilangan seng beberapa lembar, ada satu rumah kuburan yang roboh dan seorang anak kecil bernama Viona Adu yang mengalami cidera dikepalanya, namun segera ditangani oleh pihak medis dan tidak ada korban jiwa.

“Setelah mendengar laporan tersebut,petugas kami segera turun ke lokasi dan hasil kajian tersebut adalah badai angin puting beliung,dan kita sudah buat dalam bentuk laporan karena dana-dana pelayanan tak terduga itu sudah habis,maka kita akan akomodir di Tahun depan,”ungkapnya.

Ia menambahkan,jikalau dilihat dari masalah bencana dari kejadian fenomena alam yang menimbulkan bencana,artinya bahwa ada korban jiwa ataupun ada kehilangan harta benda dan BPBD posisinya sebagai komando dan unsur penunjangnya itu adalah TNI,Badan SAR, Dinas sosial sebagai dapur umum.Jika tanggap darurat dikeluarkan, maka ada status keadaan darurat yang didalamnya itu ada keadaan darurat dan transisi. Maka sudah pasti posko harus segera dibangun,dan setelah posko terbangun maka tim operasi dilapangan sudah mulai bergerak.

“Kita posko 24 jam.jadi BPBD itu punya moto 7 dan 24,artinya tujuh hari bekerja full dan tetap siaga 24 jam,”ujarnya.

Prinsip BPBD ada tiga yaitu pada saat tidak terjadi bencana,maka prinsip yang dibangun adalah kenali ancaman,siapkan strateginya kemudian kurangi resikonya,sedangkan prinsip ditanggap darurat adalah menyelamatkan jiwa sebanyak mungkin,satu korban hilang itu adalah tragedi sehingga nyawa yang paling diutamakan untuk ditolong dan diselamatkan.(*Tony)