KADES BARU TERPILIH PETRUS PUDE DIDUGA TIDAK MEMILIKI IJASAH


Zonalinenews -Adonara;- Forum Masyarakat Adat Waitenepang Desa Waitukan Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur melalui ketuanya Frans Masan Wolor Rabu 10 Desember 2019 mengatakan, pihaknya meminta instasi terkait untuk meninjau kembali jadwal pelantikan Kepala Desa baru terpilih Petrus Pude.

Menurut Frans, pihaknya hingga kini masih meragukan yang bersangkutan lantaran pasca pemilihan menjadi Kepala Desa hanya menggunakan Surat Keterangan Kehilangan dari kepolisian sektor Waiwadan Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur.

Dikatakan Ftans , sebenarnya surat keterangan kehilangan yang dikeluarkan pihak kepolisian sektor Waiwadan itu harus ada surat keterangan dari Kepala sekolah yang menerangkan data siswa sehingga dasar itu yang dipakai pihak kepolisian untuk mengeluarkan surat keterangan kehilangan.

Namun lanjut Frans justru terbalik, Kepala sekolah yang mengeluarkan surat keterangan kehilangan berdasarkan berdasarkan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian sektor Waiwadan. Ditanya apakah ada hal hal lain yang mengarah pada indikasi dugaan yang bersangkutan tidak memiliki ijasah, Ketua Forum itu mengatakan, kejanggalan jejanggalan itu ada.

Menurutnya kejanggalan kejanggakan itu seperti tahun lahir bersangkutan tertera pada surat keterangan kehilangan dari kepolisuan sektor Waiwadan yaitu tanggal 23 Januari 1964 berbeda dengan tertera pada surat kehilangan kepolisian sektor Waiwadan yaitu 06 Januari 1965. Kejanggalan berikut lanjut Frans, Nomor Induk Dia( NIS) yang tertera di surat keterangan kehilangan dari kepolisian sektor Waiwadan yaitu 557 sedangkan tertera di surat keterangan yang dikeluarkan pihak Kepala sekolah Surya Mandala yaitu 557.


Namun menurut ketua Forum Masyarakat Adat Frans Masan, Nomor Induk Siswa (NIS) yang tertera di surat keterangan yang dikeluarkan pihak Kepala Sekolah Surya Mandaka Waiwerang 557 itu sama dengan Nomor Induk salah seorang siswa yang bernama Natalia Abon Tupen yaitu 557 yang di lihat dari data buku nilai siswa SMEA Surya Mandala Waiwerang tahun 1987.

Ketua Forum Masyarakat Adat Waitenepang Desa Waitukan Kecamatan Adonara Barat Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur melalui ketuanya Frans Masan Wolor merasa sangat ironis dengan pihak sekolah asal yang bersangkutan seperti SMP Lemba Seburi yang tidak lagi menyimpan data dan administrasi terkait siswa yang namanya Petrus Pude.

Menurutnya seharusnya data beis siswa secara administrasi pada tahun tahun itu tidak boleh hilang apa lagi menyangkut siswa yang namanya tersebut di atas.

Terkait persoalan tersebut di atas Kepala sekolah SMP Lemba Seburi Yakobus Pehan Gelar, S.Pd ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak tahu dan tidak mengenal siswa tersebut lantaran dirinya juga baru menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP di sekolah itu baru beberapa tahun.

Ditanya apa dasar yang digunakan dalam mengeluarkan surat keterangan yang menerangkan bahwa siswa atas nama Petrus Pude itu adalah benar-benar siswa yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah ittu, Yakobus mengatakan, Surat keterangan yang menerangkan bahwa siswa yang namanya tersebut di atas dikekuar dengan menggunakan surat keterangan yang dikeluarkan oleg oihak kepolisian sektor Waiwadan Kecamatan Adonara Barat dengan Nomor. lKB/04/IV/Adobar tertanggal 16 April 2013.

“Saya sebenarnya tidak kasih surat keterangan untuk siswa ini. tapi karena ada surat keterangan kehilangan dari Polisi itu sehingga saya berani berikan surat keterangan itu”, Kata Yakobus.

Menurutnya Yakobus, pihaknya juga berani keluarkan surat keterangan itu karena ada pengakuan seirang staf guru yang mengajar di sekolah itu yang berinisial Klemensia Barek yang mengatakan dirinya mengenal Petrus Pude di tahun itu sekaligus meyakinkan pihak Kepala sekolah mengeluarkan surat keterangan tersebut.

Dikatakan pihaknya juga berani mengeluarkan surat keterangan tersebut karena yang bersangkutan membuat surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak.

Kepala Desa terbaru terpilih Petrus Pude ketika dimintai keterangannya mengatakan, soal ijasah itu ada. Dan ijasah itu baru hilang setelah dirinya mendaftar masuk pada sekolah SMEA di Surya Mandala Waiwerang Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Tumur Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya Surat Keterangan kehilangan yang dikeluarkan oleh pihak kepoisian Itu bukan sesuatu yang menga-adakan. “ijasah itu hilang makanya saya menggunakan surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian sektor Waiwadan jecamatan Adonara Barat,” ungkapnya. (Aloysius Arkian Tokan)