Pemandangan Umum Fraksi Partai Perindo Ronda Usung Enam Poin


Zonalinenews.Com-Ba’a,’ Sidang paripurna pembahasan RAPBD Kabupaten Rote Ndao ( Ronda) Tahun anggaran 2020 resmi digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat(DPRD)Kabupaten Rote Ndao bersama pihak Pemerintah Daerah berlangsung alot di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Rote Ndao,Selasa 10/12/2019.

Dalam sambutan umum fraksi Perindo yang dibacakan oleh Ketua Fraksi Perindo Gustaf Folla tersebut,
mengangkat beberapa poin penting menyangkut dengan peran lembaga legislatif dalam mengawasi berjalannya roda pemerintahan 5 Tahun kedepan,Fraksi Perindo menegaskan bahwa agar Dewan yang terhormat dalam tugas dan fungsinya tidak sekedar menyetujui anggaran untuk mengisi bejana berlubang,yang akan membawa bejana baru bagi kelangsungan hidup daerah,dimana dari hari ke hari bukan mengurus kesejahteraan rakyat setelah tersedianya sejumlah anggaran yang telah disetujui bersama,tetapi berurusan dengan perkara-perkara akibat keuangan daerah dikelola tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Mencermati sejumlah Dokumen yang ada.baik,KUA PPAS hingga RAPBD Tahun Anggaran 2020,Fraksi Perindo harapkan agar semua komponen yang terlibat dalam pembahasan RAPBD Tahun anggaran 2020 perlu secara bijak,Arif dan cermat,agar setiap nilai yang disetujui nantinya benar-benar rasional dan asas manfaat yang akan dicapai dapat terukur secara nyata dan dapat memberi jawaban terhadap kebutuhan rakyat dan tentunya dilandasi prosedur yang pasti,bukan berdasarkan sebuah mimpi setelah bangun dari tidur.

Selain itu,sejumlah kegiatan pendukung disektor yang menopang kesejahteraan Masyarakat,selalu saja syarat dengan kepentingan yang ada pada sisi pengelola,pelaksana,penguasa dan pengambilan keputusan.

Dalam kesempatan pembacaan pandangan umum Fraksi Perindo tersebut,Partai Perindo mengajak untuk membuka mata hati agar melihat dengan hati,menggerakkan perasaan untuk merasakan dengan kasih,bahwa betapa menderitanya sejumlah rakyat di daerah Rote Ndao akibat pelayanan yang masih didominasi oleh unsur suka dan tidak suka;selain itu Fraksi Partai Perindo meskipun baru tapi melihat bahwa sesungguhnya pelayanan Pemerintah Masi jauh dari validitasnya dengan impian rakyat dan tidak realitas dengan harapan Masyarakat.

Demikian kutipan dalam pembacaan pandangan umum Fraksi Perindo. Fraksi Perindo dengan tegas mengisyaratkan agar lembaga eksekutif dan legislatif sebagai lembaga konstitusi yang memberi legitimasi kepada keputusan-keputusan di daerah Rote Ndao perlu konsisten dengan tugas pelayanannya terhadap rakyat sesuai dengan besarnya anggaran yang dipercayakan kepada pemerintah sebagai pengelola.

Oleh karenanya Fraksi Perindo melalui pemandangan umumnya meminta secara serius hal-hal sebagai berikut. ”Neraca Daerah,pengelolaan dan perlindungan terhadap seluruh fasilitas dan aset daerah,pemanfaatan aset dan sarana daerah, terutama untuk kepentingan pelayanan publik harus memperhatikan amanat perundang undangan yang berlaku,perlu dilakukanya upaya untuk mengamankan seluruh dukumen bersejarah didaerah Rote Ndao termasuk dokumen sejarah proses keberadaan Kab.Rote Ndao karena Kab.Rote Ndao ada bukan karena sebuah hadiah dari pemerintah pusat tetapi karena perjuangan semua rakyat yang memiliki nilai sejarah bagi generasi berikutnya dan patut direnungkan menjadi inspirasi pilar pembangunan contohnya perayaan hari lahir Kabupaten Rote Ndao dirayakan setiap tanggal 2 juli, harus dikembalikan sesuai anggal penetapan undang-undang nomor 9 Tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Rote Ndao.

Upaya peningkatan dan pendekatan pelayanan kepada Masyarakat dengan pemekaran wilayah yang memenuhi persyaratan serta perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas penunjang dan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di lokasi pariwisata yang terbesar diwilayah Kabupaten Rote Ndao, termasuk area perkantoran kompleks ti’i Langga permai sebagai pusat aktifitas pemerintah sangat semrawut dan tidak tertata secara baik. sementara tempat ini dihuni oleh pejabat-pejabat elit Kabupaten Rote Ndao, mulai dari Bupati,anggota DPRD hingga tukang sapu namun lingkungannya tidak menunjang Kabupaten Rote Ndao sebagai Daerah tujuan wisata.(* Toni Adang)