Pemkot Kupang Ingin Lestarikan Alat Musik Tradisional Ketadu Asal Sabu


Foto Ilustrasi Alat Musik Tradisional Asal Kabupaten Sabu Raijua (Ketadu)

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berniat untuk terus melestarikan alat musik tradisional Ketadu yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua. Sebab, alat musik tersebut terancam punah. Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (P Dan K) Kota Kupang Frans Folamauk kepada zonalinenews.com belum lama ini di ruang kerjanya.

Menurut dia, saat ini alat musik Ketadu tersebut sangat langka dan bankan tidak diketahui oleh anak – anak. “Alat musik ini yang tau hanya orang – orang tua diatas umur 50 tahun keatas," kata Frans.

Dia mengatakan, alat musik tradisional Ketadu tersebut hingga saat ini masih ada. Sehingga Pemkot Kupang berniat untuk mengajukan alat musik tersebut menjadi alat musik maestro tradisional. “Entah berhasil atau tidak yang penting kita usulkan dulu ke pemerintah pusat,” ungkap Frans.

Lanjut dia, alat musik sasando yang menjadi ikon NTT sudah sangat dikenal. Sehingga Pemkot Kupang juga menginginkan untuk mengenalkan pada dunia alat – alat musik tradisional lain yang ada di NTT. “Kita harus munculkan alat musik tradisional yang lain agar tidak punah. Sebab, anak – anak saat ini lebih memilik dengar musik moderen dari pada musik dari alat musik tradisional,” kata Frans.

Selain itu tambah dia, Pemkot Kupang terus mendorong seluruh alat musik tradisional daerah dan tarian tradisional ke seluruh sekolah melalui muatan lokal (Mulok). “Jadi untuk alat musik tradiaional dan tarian tradisional NTT ini kita dorong ke Mulok. Nanun, saat ini Pemkot Kupang masih melakukan inventarisir atau pemetaan bahwa disetiap sekolah itu ada komunitas apa yang terbesar. Misalnya, disatu sekolah itu komunitas timor atau sabu, maka sapaan – sapaan daerah itu harus dianjurkan diajarkan disitu. Bahkan seluruh alat musik tradisional dan tarian kita wajib juga diajarkan di sekolah itu,” jelas Frans. (*hayer)