Retribusi Pick Up di Terminal Bello 5 Ribu Rupiah Plat Kuning, Plat Hitam 20 Ribu


Suasana di Loket Retribusi Terminal Bello Foto diabadikan pukul 15.15 WITA

Zonalienenews-Kupang,- Retribusi Angkutan Umum roda empat (pick up) dari Baun Kabupaten Kupang yang dipunggut oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Kupang Propinsi NTT di terminal Bello, bervariasi yaitu sebesar Rp 5 ribu rupiah dan Rp 20 ribu rupiah.

” Untuk plat nomor kendaraan berwarna Kuning karcisnya 5 ribu rupiah sedangkan untuk plat hitam karcisnya sebesar 20 ribu rupiah ,” tutur Amse koordinator Angkutan Umum (pick up) jurusan Baun Kabupaten Kupang yang beroperasi di Pasar Kasih Naikoten 1 Kota Kupang, ketika diwawancarai wartawan Senin 9 Desember 2019 pukul 15.00 WITA di Jalan Seoharto Naikoten 1 Kupang.

Menurut Amse, saat ini mobil angkutan pick up yang beroperasi dari Baun ke pasar Kasih sebanyak 40 unit, dengan rincian 15 plat kuning sedangkan plat hitam sebanyak 25 unit.

“Biasa kita bayar diterminal Bello dan yang memunggut retribusi itu adalah petugas yang bernama pak Tanga Dewa,” tutur Amse.

Sementara itu, ketika wartawan menghubungi petugas yang bersangkutan di terminal Bello oleh sesama rekannya menjelaskan bahwa yang bersangkutan beberapa waktu lalu, baru saja meninggalkan terminal pulang ke rumah.

” Kalau mau ketemu yang bersangkutan besok pagi jam 8 sudah ada di terminal;” tutur pegawai Dinas Perhubungan Kota di Terminal Bello.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang , Bernadinus Mere Senin 9 Desembar 2019 pukul 09.30 WITA ketika diwawancarai wartawan di ruang kerjanya menjelaskan bahwa untuk retribusi mobil angkutan umum roda empat (pick up) sebesar 5 ribu rupiah.

Ketika ditanya wartawan terkait dengan total retribusi pick up dari luar Kota Kupang dari bulan Januari sampai dengan Bulan Desember 2019.

” Kalau itu saya belum tau pasti jumlahnya, nanti saya cek dulu totalnya,” ucap Bernadinus Mere.

Pada kesempatan itu, Bernadinus Mere juga menegaskan akan melakukan penertiban bagi kendaraan pick up dari luar Kota Kupang yang beroperasi di dalam kota untuk dapat memanfaatkan terminal yang ada, agar tidak menggangu kemacetan lalu lintas.(* Tim)