Tanggapan Bupati Flotim Terhadap CV Govinda yang Belum Bayar Upah Buruh


Bupati Flores Timur. Antonius Hubertus Gege Hadjon

Zonalinenews- Larantuka, Pengaduan Putra Sogen beberapa hari lalu terkait upah buruh dan material yang belum dibayar oleh Pimpinan CV Govinda telah diterima Kepala Daerah Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST

Bupati Flores Timur. Antonius Hubertus Gege Hadjon, saat diwawancarai oleh Zonalinenews Sabtu 30 November 2019 di Lemanu Kecamatan Solor Selatan, mengatakan, sejauh ini dirinya sudah menerima surat pengaduan dari Putra Sogen tentang total tunggakan pembayaran upah buruh dan lain-lain dari CV Govinda sejumlah 116 juta.

” Saya sudah perintahkan Dinas terkait untuk segera hubungi Pimpinan CV Govinda Agar diselesaikan secara baik, pada dasarnya masyarakat jangan di susahkan;”tutur Anton

Antonius menambahkan dirinya tetap percaya bahwa CV Govinda bisa menyelesaikan seluruh tunggakan pembayaran itu.

Lanjut Bupati Anton, masyarakat dalam hal ini para tukang agar bisa bersabar dan tetap melalui proses sampai pada tahap akhir pasti semuanya akan baik,”Tutup Bupati Hadjon.

Sementara, CV Govinda diadukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur ( Flotim), Rabu 27 November 2019 , pasalnya kontraktor belum membayar ongkos material berupa Kayu dan upah Tenaga Kerja (upah buruh) pada proyek yang berlangsung di Puskesmas Waiklibang.

” Segala upaya sudah ditempuh sampai kami datangi kantor Dinkes Flotim serta penandatangan perjanjian pembayaran antara kedua belah pihak yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur. Namum janji tersebut belum juga direalisasikan;” tutur Putra Sogen pemilik bahan material ( dengan Bendera Putra Sogen) sekaligus penangungjawab bagi 11 buruh pada proyek tersebut.

Menurut Sogen, segala upaya sudah ditempuh sampai pihaknya mendatangi Dinkes Flotim, bahkan pihaknya bersama kontraktor telah membuat surat perjanjian pembayaran yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur.

” Kesepakatan terjadi antara kedua belah pihak dan pimpinan CV Govinda, Ignasius Balun juga menyetujui, dibayar cicil dua kali, yang pertama CV Govinda harus bayar sebesar Rp. 58 juta pada tanggal 22 November dan cicilan kedua disepakati 3 Desember 2019 dengan besaran angka 58 juta juga;” jelas Putra Sogen.(* Rita Senak)