Ini Kronologi Kasus Pembacokan di Alor, Kapolres Janji Tangkap Pelaku


Zonalinenews-Kalabahi Pada Hari Senin 13 Januari  2020, sekira pukul 14.30 Wita bertempat di tepi jalan raya jurusan Welai Fanating, wilayah Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara Kabupaten Alor telah terjadi tindak pidana Penganiayaan.

Baca Juga http://www.zonalinenews.com/2020/01/polres-alor-amankan-dua-senapan-puluhan-parang-dan-ratusan-panah

Berikut kronologis kasus pembacokan oleh pelaku FM, laki-laki Umur 20 Tahun, alamat Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Terhadap korban WM, laki-laki, umur 18 Tahun, alamat jalan Balai raya Lomalohi, Desa Fanating, kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

“Korban mengalami luka bacok pada bagian kepala, dan sementara berobat di RSUD Kalabahi” Kata Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K., M.Si. Saat jumpa pers di ruang kerjanya, Selasa 14 Januari 2020 sekitar pukul 13:00 Wita.

AKBP Darmawan menerangkan, peristiwa pembacokan tersebut merupakan rentetan kejadian antara pelaku dan korban sejak tanggal 11 Januari 2020. Pada waktu itu sekira pukul 02.00 Wita, pelaku dan korban terjadi pertengkaran mulut yang berujung penganiayaan di suatu acara Ulang Tahun di Desa Fanating.

“Sebelumnya antara pelaku dan korban sejak tanggal 11 Januari 2020, sekira pukul 02.00 Wita, terjadi pertengkaran mulut yang berujung penganiayaan di suatu acara Ulang Tahun di Desa Fanating. Dari pertengkaran mulut itulah, tanggal 13 Januari 2020, pukul 14.30 Wita terjadi penganiayaan atau pembacokan di wilayah Welai Barat, kejadianya dekat jembatan,” terang AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K., M.Si.

Korban WM tutur Kapolres, saat itu pulang dari Kalabahi ke Desa Fanating menggunakan kenderaan pick up, dan duduk di bak belakang. Tiba-tiba mobil yang ditumpangi korban dihadang pelaku di Jembatan Welai. Ketika mobil berhenti, pelaku langsung membacoknya dengan sebilah parang dari belakang.

“Korban WM naik mobil Pic Up dari Kalabahi hendak ke Fanating, mobil itu kemudian dihadang pelaku di Jembatan Welai. Setelah mobil berhenti, pelaku langsung menghampiri korban yang pada saat itu duduk di bak belakang Mobil Pick Up. Dia langsung bacok menggunakan parang di bagian leher belakang korban sebanyak satu kali,” tutur Darmawan Marpaung, S.I.K., M.Si.

Setelah dibacok, kata AKBP Darmawan, korban kemudian langsung dilarikan dengan mobil Pick Up ke Puskesmas Moru untuk mendapatkan perawatan medis. Karena kritis, korban dirujuk ke RSUD Kalabahi. “Korban setalah di bacok langsung di larikan ke Puskesmas Moru, tapi kritis jadi dibawah ke RSUD Kalabahi” Katanya.

Siang itu (13/01) Setelah mendapat laporan kejadian, AKBP Darmawa Kapolres yang baru bertugas di Alor Sebulan itu, langsung memimpin anggotanya menuju TKP dan mengamankan situasi di sana. Ia mastikan saat ini situasi kembali kondusif.

“Saat kejadian langsung kami kesana (Welai dan Fanating). Kondisi sudah aman. Kami temui Kepala Desanya dan berdialog dengan mereka. Saya juga sudah tunjuk Polmas untuk bertugas di sana. Saya bilang Bapak Kepala Desa Fanating, kalau ada masalah hukum silahkan koordinasi dengan Polmas saya,”Kata Kapolres.

Polisi, kata AKBP Darmawan, kini memburu terduga pelaku pembacokan FM di Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara. Ia meminta pelaku FM sebaiknya menyerahkan diri secara baik-baik di Mapolres Alor sebelum ditangkap Polisi.

“Saya minta pelaku FM ini serahkan diri secara baik-baik. Hari ini katanya dia serahkan diri. Ya, Kalau tidak serahkan diri sampai jam 6 sore saya cari dengan cara saya sendiri, saya patahkan, saya tidak main-main. Dia (Pelaku pembacokan) harus dapat hukuman yang setimpal” Kata AKBP Darmawan, Serius.

Kapolres menghimbau semua pihak terutama keluarga korban agar mempercayakan Polisi bekerja. Ia berjanji akan menangkap pelaku secepat-cepatnya apabila pelaku tidak menyerahkan diri ke Polisi. “Saya himbau agar percayakan kasus ini kepada kami (Polisi), sebab itu tugas kami. Saya janji akan tangkap pelakunya. Saya tidak main-main,” tutup AKBP Darmawan.(*Ea)