Polres Alor Amankan Dua Senapan, Puluhan Parang, dan Ratusan Panah


Zonalinenews-Kalabahi Sehari Pasca pembacokan oleh oknum berinisial FM (20) pemuda asal Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kebupaten Alor, terhadap seorang pemuda asal Desa Fanating WM (18) di Welai barat, Senin 13 Januari 2020. Polisi langsung sweeping seluruh rumah penduduk di Desa Fanating Kecamatan Teluk Mutiara, Selasa 14 Januari 2020, dini hari.

Sweeping itu dilakukan aparat kepolisian ketika warga Fanating (Korban) merasa kesal dan memblokir jalan umum, menutup akses transportasi jurusan Kalabahi-Moru, tepatnya di Desa Fanating.

Dalam Sweeping ini, lolisi berhasil mengamankan dua Senapan, Puluhan Parang, dan Ratusan Anak Panah.

“ 90 anggota polisi saya langsung pimpin jam 6 pagi kita Sweeping dan amankan banyak senjata tajam. Ada busur, panah, parang, ada juga dua senapan angin,” Kata Kapolres Alor AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K.,M.Si, di ruang kerjanya, saat jumpa pers, Selasa 14 Januari 2020.

Lanjut AKBP Darmawan Marpaung, S.I.K., M.Si, mengatakan, Polisi berusaha fasilitasi untuk membuka jalan namun warga tetap tidak mau membuka jalan. Mereka meminta jalan akan dibuka jika Polisi sudah menangkap FM (20) pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban WM (18) pemuda asal Desa Fanating kritis.

Menurut Kapolres, seharusnya warga tidak menutup badan jalan umum karena akan mengganggu arus lalu lintas Kalabahi – Moru dan menghambat para penguna jalanan.

“Apa hubungannya menutup jalan umum dengan pelaku penganiayaan.? Saya sudah bilang ke mereka bahwa penangkapan pelaku itu menjadi tugas Polisi. Kenapa tutup jalan.? Kan nanti warga tidak bisa aktivitas ke pasar, ke sekolah, ke kantor. Kita minta buka jalan tetap tidak mau, ya saya turunkan anggota saya. Kita sweeping pagi-pagi, warga yang melawan langsung ditangkap,” katanya.

Aksi penutupan jalan juga kata Kapolres Alor, melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Sebab penutupan jalan tanpa izin otoritas terkait tentu melanggar ketentuan hukum.

“Tutup jalan umum tanpa izin itu melangar aturan hukum. Biasanya kami apel jam 7, tapi tadi pagi kami apel jam 6 langsung berangkat ke lokasi untuk membuka jalan, warga yang melawan kami tangkap. Kami sudah mengamankan 4 orang pemuda Desa Fanating. 3 terduga pelaku, yang satunya saksi. Kita periksa apakah mereka nanti tersangka atau tidak. Masih diperiksa,” pungkas AKBP Darmawan.

Kapolres mengatakan polisi kini memburu terduga pelaku pembacokan FM di Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara. Ia (Kapolres) meminta pelaku FM sebaiknya menyerahkan diri secara baik-baik di Mapolres Alor sebelum ditangkap Polisi.

“Saya minta pelaku FM ini serahkan diri secara baik-baik. Hari ini jam 6 sore katanya dia serahkan diri. Kalau tidak serahkan diri saya dapat dengan cara saya sendiri, saya patahkan, saya tidak main-main. Dia (Pelaku pembacokan) harus dapat hukuman yang setimpal,” Kata AKBP Darmawan, Serius.

Kapolres menghimbau tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparat Desa Fanating dan Welai Barat agar membantu pengamanan Kamtimnas di wilayah itu. Ia (Kapolres) berjanji akan menangkapal11
pelaku secepat-cepatnya apabila pelaku tidak menyerahkan diri ke Polisi.

“Saya himbau agar kita semua menjaga keamanan. Percayakan kasus ini kepada kami (Polisi), sebab itu tugas kami. Saya janji akan tangkap pelakunya. Saya tidak main-main,” tutup AKBP Darmawan.(*Ea)