Disdukcapil TTS “Jebol” Desa Induk dan Desa Pemekaran


Zonalinenews-TTS,- Tahun 2020, Dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Disdukcapil Kabupaten  Timor Tengah Selatan (TTS) melakukan program Jebol, Jemput Bola perekaman KTP-elektronik  langsung ke desa-desa. program jebol ini diprioritaskan pada desa induk dan desa pemekaran serta  50 desa yang akan melakukan Pilkades. Demikian disampaikan Plt Kadis Dukcapil TTS, Abner Tahun, Sos.

Kepada media zonalinenews, Selasa 4 Pebruari 2020, Plt Kadis menjelaskan pada tahun 2019 lalu, pelayanan berdasarkan permohonan dari desa-desa,  sedangkan tahun ini disdukcapil TTS prioritaskan pelayanan terlebih dahulu ke desa-desa yang akan
melakukan Pilkades 2020 dan juga desa desa pemekaran dan desa induk.

“Walaupun tentunya akan dilayani bagi desa-desa yang mengajukan permohonan pelayanan Jebol,”tuturnya.

Menurut Abner Tahun, kegiatan ini dimaksudkan agar masyarakat terdata secara jelas domisili dan legalitas, baik di desa pemekaran maupun desa induknya.

Abner Tahun mencontohkan sampai saat ini, di desa Oe’ua yang merupakan desa pemekaran dari desa  Tetaf, terdapat sekitar 300an warganya yang masih mengantongi identitas diri desa induk yakni  desa Tetaf Kecamatan Kuatnana.

Sedangkan 50 desa yang akan dilakukan Pilkades gelombang ketiga, sistem Jebol dilakukan dan juga menjadi prioritas pelayanan agar masyarakat dapat memiliki KTP
nasional sebagai syarat untuk ikut serta pada pilkades bulan Juni 2020.

Dikatakannya, minimal Surat Keterangan (suket) sebagai identitas keabsahan diri diberikan kepada  masyarakat untuk digunakan sementara waktu, sambil menanti ketersediaan blanko KTP.

BACA JUGA:   Honorer Dinas Kebersihan Kota Kupang Bekingi PT. Bungga Raya Lestari

“Walaupun masa berlaku suket 6 bulan namun diharapkan saat pilkades nanti masyarakat dapat turut serta pada pemilihan pilkades, ” tutur Abner Tahun,

Jebol proritas dilaksankan karena Menurut Abner, masyarakat desa saat ini sudah ada yang memobilisasi ke kantor Disdukcapil guna pengurusan KTP terutama desa-desa yang akan melakukan pilkades pada bulan Juni.

Abner menambahkan, untuk mencapai target pencapaian 70 desa di tahun 2020, Disdukcapil membentuk 4  tim, dimana setiap tim terdiri dari 10 personil. Dalam melakukan pelayanan Jebol di setiap desa maksimal 2 hari selesai setiap tim satu desa.

Kegiatan Jebol kata Abner baru dilaksanakan pada tahun 2020 dan sudah menjangkau 4 desa dalam  kurun waktu seminggu, targetnya adalah minimal setiap tim dapat melayani dua desa setiap minggunya.

“Adapun pelayanan Jebol yang dilakukan berupa pelayanan Akta akta, Ktp maupun Kartu Keluarga. Dan khusus untuk Akta kematian ini menjadi catatan penting sehingga pada akhirnya data orang yang telah meninggal dapat dihapus dan tidak terbawa dalam dokumen data kependudukan setiap tahunnya,” tutup Abner Tahun. (*Elli Neonufa)