Kepsek Sebut Diistirahatkan Sementara, Security SMPN 13 Daud Mengaku Dipecat


Zonalinenews-Kupang,- Kepala SMP Negeri 13 Kota Kupang, Dra. Maria Th Rosalina S. Lana mengaku tidak melakukan pemecatan terhadap 3 orang pegawai Tidak tetap, namun yang sebenarnya mereka diistrirahatkan sementara karena kondisi dana bos.

“Saya tidak pernah memecat, mereka sudah mengabdi lama disini, saya anggap mereka sebagai keluarga. Semua di sini rekan kerja yang juga merupakan bagian dari keluarga. sehingga tidak ada niat untuk memecat. Saat ini dari mereka sudah bekerja,”kata Kepala SMP Negeri 13 Kota Kupang, Dra. Maria Th Rosalina S. Lana ketika dimintai Klarifikasinya terkait dengan pengakuan security SMPN 13 Kupang, Daud Tonubes yang dipecat sewenang-wenang oleh Kepala sekolah.

Barusan kata Maria, salah seorang dari meraka bertemu dengan dirinya dan sudah bekerja.

“Pihaknya pernah memanggil dan menjelaskan bagi ke tiga PTT yang belum punya NUPTK, dan masalah NUPTK bukan hanya terjadi pada pewagai saja, tetapi 2 orang guru honor disini juga belum mempunyai NUPTK namun telah diproses dan kemungkinan akan terselesaikan dalam beberapa hari kedepan.

Dikatakannya, persoalan PTT yang belum memperoleh NUPTK yang rencananya akan diistirahkatkan, dirinya konsultasikan ke LPMP NTT, dan hasil konsultasi membolehkan sehingga informasi ini dirinya sampaikan kepada Wakil Kepala sekolah untuk diteruskan kepada 3 pegawai tersebut.

Ketika ditanya selama ini proses pembayaran gaji PTT bersumber dari mana ?.

Maria menjelaskan sejak dulu pos anggaran PTT dari dana bos dan kali ini ada penambahan biaya per siswa ditambah 100 ribu rupiah, serta juknis dana bos Tahun 2020 tidak bisa dianggarkan lagi kepada tenaga honor.

BACA JUGA:   UTS Perkuat Pengabdian Masyarakat dan Kualitas Dosen

“Kondisi ini juga dialami di sekolah lain sehingga persoalan gaji PTT yang bersumber dari dana Bos pernah dibahas di Dinas Pindidikan Kota Kupang. Coba kaka (wartawan) konfirmasi ke Pak Kabid Okto Nitboho,”pintanya.

Sementara itu, Daud Tonubes seorang security pada SMP Negeri 13 Kota Kupang, mengaku dirinya dipecat oleh Kepala Sekolah Dra. Maria Th Rosalina S. Lana.

Kepada Zonalinenews Daud Tonubes berkisah, dirinya sudah berkerja selama 9 Tahun sejak 1 Maret 2012 namun telah dipecat sewenang-wenang oleh Kepala Sekolah 1 Februari 2020.

“Ya benar Om (Wartawan), Saya telah dipecat. Saya harus bagaimana lagi,” kisah Daud, sedih, Kamis 6 Februari 2020, pukul 08:00 Wita.

Sebelum tanggal 1 Februari 2020, kata Daud, Kepsek sudah ada niat untuk memecat mereka, namun tindakan itu baru mulai muncul ke permukaan lewat rapat lengkap di Sekolah.

“Tanggal Satu Kemarin Kepsek buat rapat lengkap untuk pecat saya dan Dua orang perempuan yang  bekerja di tata usaha. saya sudah menghadap tapi Kepsek bilang sudah tidak bisa lagi,” katanya aturan dari pusat yang larang kami bekerja,” kata Daud Tobubes.

Lanjut Daud menerangkan, Menurut Kepsek juknis dana bos Tahun 2020 tidak bisa dianggarkan lagi  kepada tenaga honor yang berijazah SMA karena tidak mempunyai NUPTK.

“Kepsek bilang saya dan kedua teman saya hanyalah tamatan SMA dan bukan Sarjana, sehingga kita istirahat di rumah saja,” ucap Daud.(*Erson/tim)