Taman Tirosa Kota Kupang Jangan Dijadikan Sebagai Ajang Adu Jotos


Zonalinenews-Kupang,- Taman Tirosa jangan dijadikan sebagai ajang adu jotos. Pasalnya beredar Vidoe diduga aksi adu jotos (perkelahian dua orang pemuda) di Taman Patung Tirosa Kota Kupang NTT yang viral di media sosial mendapat sorotan dan tanggapan dari anggota DPRD Kota Kupang, Anatji Ratu Kitu, Selasa 11 Februari 2020 via telpon ketika dihubungi Zonalinenews.

Menurut Anatji, patung Tirosa sudah berdiri dengan gagah dan megah, kita menerima sebagai kebangaan Kota Kupang karena bila melawati  bundaran patung Tirosa dengan lampu-lampu hiasnya yang bagus, kita melihat pandangan sama seperti Kota-kota besar. Kita mendukung program Pemerintah Kota Kupang, yang membuat masyarakat suka dan senang dengan dibangunnya Taman Tirosa. Suatu kebangaan Kota Kupang semakin bagus dan Indah, sekalipun ada beberapa program pemerintah yang belum menyentuh masyarakat kota Kupang yang dulunya ada namun saat ini dihilangkan.

“Seperti pengobatan gratis yang menggunakan KTP atau KK sekalipun anggaran untuk taman dan patung-patung cukup besar sampai mIliar Rupiah alangkah baiknya kita bisa membagi sebagian untuk kesehatan bagi masyarakat -masyarakat kurang mampu, tapi karena bagunan patung Tirosa sudah berdiri dengan gagah dan megah kita menerima saja karena ,”tutur Anatji.

Dikatakan Anatji, taman difungsikan sebagai tempat hiburan atau refresing agar bisa dinikmati masyarakat, tetapi bila tidak disertai dengan keamanan yang memadia akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Banyangkan saja taman tersebut dibuka 1 x 24 jam tidak dikawal dengan keamanan.

“Oke kita bisa bicara hal itu dikembalikan pada perilaku masyarakat sendiri. Sekarang kita meilhat kondisi karekter anak muda kota Kupang, memang mungkin awalnya anak-anak muda datang nongkrong dan tidak berpikir akan terjadi adu jotos disitu, dan mirisnya aksi perkelahian tersebut menjadi tontonan banyak orang seperti sinetron film saja,”tegas Anatji,

Ia menjelaskan, mungkin anak -anak mudah tidak menginginkan aksi adu jotos tersebut tetapi mungkin karena situasi, bahkan terdapat anak-anak yang membawa minuma keras dan meminum-mininum keras disitu dan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

BACA JUGA:   Tim Buser Polres Manggarai Bekuk Oknum PNS Penjudi Kartu

” Tidak ada aturan yang melarang disitu sehingga orang membawa minuman keras dan meminum disitu, nah setelah kejadin sudah terjadi siapa yang mau disalahkan,” tanya Anatji.

Anatji berharap pemerintah Kota Kupang melalui satuan Polisi Pamong Praja secara bergiliran 1 x 24 jam melakukan patroli di tempat itu, serta meminta kepada pihak kepolisian untuk menghidupkan kembali Pos Polisi yang ada disekitar lokasi itu.

“Kenapa bisa terjadi adu jotos di situ seperti sebuah film sinetron, padahal di sekitar lokasi itu ada pos Polisi. kenapa saya bisa katakan bahwa aksi adu jotos itu sebuah film, karena dalam vidoe itu, penontonnya menikmati aksi tersebut,”ungkap Anatji.

Anatji menegaskan kepada pemerintah agar mamasang papan pengumuman di setiap taman Kota, tentang larang untuk meminun-minunam keras di lokasi -lokasi tersebut.

“harus ada Perda larangan orang membawa meminum-minuman keras di taman-taman atau tempat publik serta tempat wisata,”pinta Anatji.

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Kupang, Feliksberto F Amaral kepada Zonalinenws terkait vidoe viral aksi adu jotos yang terjadi di taman Tirosa Bundara PU, Feliksberto menyayangkan dan prihatin atas peristiwa itu.

Menurutnya, taman Tirosa merupakan tempat refresing atau tempat hiburan bagi masyarakat dan jangan dijadikan sebagai tempat untuk berkelahi.

“Jangan jadikan taman itu sebagai tempat berkelahi, kalau mau berkelahi jangan disitu, dan jangan kita membiasakan dirinya untuk menyelesaikan sebuah persoalan dengan berkelahi,” pintanya.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi persoalan yang muncul seperti itu lagi, dirinya akan melakukan patroli rutin di malam hari pada tempat tersebut walaupun dengan keterbatasan jumlah personil satuan Pol PP Kota Kupang.

“Anggota sangat terbatas jumlahnya, dengan terjadi peristiwa itu kami akan optimalkan patroli disana, kami juga akan berkoordinasi dengan polsek Oebobo. Masalah perkelahian tersebut sudah masuk rana kriminal dan kami akan koordinasikan dengan polisi,”tutur Feliksberto. (*tim)