oleh

Raw Water Filtration Equipment Ready to Eat

Zonalinenews-Kupang. Kupang Municipal Government in collaboration with Provincial Disaster Management Agency (BPBD) East Nusa Tenggara (NTT) – Indonesian disaster management program especially in the city of Kupang is often affected by natural disasters, such as lack of clean water consumption in the city of Kupang. This cooperation activities took place on Tuesday 25 June 2013 at 10 pm in the courtyard of Kupang Mayor’s office. Kupang Mayor Jonas Salean and Chief BPBDs NTT, Tini Thadeus in demonstrating raw water filtration equipment to be ready in Kupang mayor jonas fast and direct Salean drank the water.
Salean Jonas explains, the recycling of raw water ready for diminun a modern tool at very high and very beneficial to the city of Kupang condition that often occurs clean water crisis, so it can be processed and raw water can be drunk directly.
Jonas gave an example when in a state of disaster situations, disaster victims do not need to boil water for consumption. “Kupang Municipal Government in collaboration with the disaster management center brings fast water filter equipment from abroad at a very expensive price, to facilitate urban kupang affected,” said Jonas.

Alat enyaring air bersih
Jonas Salean grateful for adverts in the city of Kupang, which occurred a week when it should rain in these months is the dry season, it is the gift of God because by the time the city kupang clean water crisis, even given the blessing of the Lord with the rain.
While associated with the dam Kolhau, Jonas Salaen said the matter has been submitted to the City Council mussels and regulations and when people objected to the decision that the public according to Jonas objection must be ready to face the law because the government it self has submitted the matter to the Parliament to be followed up. (* Hayer)

BACA JUGA:   Air Tidak Mengalir 2 Bulan, Pelanggan Mengeluh Karena Wajib Bayar

Indonesia Version

Alat Penyaringan Air Mentah Siap Saji

Zonalinenews-Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi (BPBD) Nusa Tenggara Timur (NTT) – Indonesia dengan program penanggulangan bencana  khususnya di kota Kupang yang sering terkena bencana alam, diantaranya kekurangan air bersih yang di konsumsi masyarakat Kota Kupang. Kegiatan kerjasama ini berlangsung Selasa 25 juni 2013 jam 10 wita di pelataran kantor Walikota Kupang. Walikota Kupang Jonas Salean dan Kepala BPBD Provinsi NTT , Tini Thadeus di mendemonstrasikan  alat penyaringan air mentah untuk siap di saji dan walikota kupang jonas Salean  langsung meminum air tersebut.

Jonas Salean menjelaskan,  alat  daur ulang air mentah siap saji untuk diminun merupakan alat moderen dengan harga yang sangat tinggi dan sangat bermanfaat bagi kondisi kota kupang yang sering terjadi krisis air bersih,  sehingga air mentah bisa diolah dan langsung bisa di minum.

Jonas mencontohkan  bila dalam situasi keadaan bencana, korban bencana tidak perlu memasak air untuk di konsumsi. “Pemerintah Kota kupang bekerja sama  dengan penanggulangan bencana pusat mendatangkan  alat penyaring air siap saji dari luar negeri dengan  harga sangat mahal, untuk mempermudah masyarakat kota kupang yang terkena bencana,” Ujar Jonas

BACA JUGA:   Perlu Kesepahaman Bersama Kelola Air Minum dan Sanitasi

Jonas Salean bersyukur atas  iklam   kota kupang yang dalam seminggu terjadi hujan padahal  seharusnya di bulan-bulan ini merupakan  musin kemarau, hal  ini merupakan karunia dari tuhan karena pada saat kota kupang terjadi krisis air bersih,  malah  diberi berkat dari Tuhan dengan turunnya hujan.

Sementara terkait dengan bendungan Kolhau,  Jonas Salaen mengatakan masalah tersebut sudah diserahkan kepada DPRD Kota kupang dan peraturan yang berlaku dan bila masyarakat keberatan dengan keputusan tersebut menurut Jonas masyarakat yang keberatan harus siap berhadapan dengan hukum karena sebagai pemerintah dirinya sudah menyerahkan masalah tersebut ke DPRD untuk ditindak lanjuti. (* hayer )

Komentar

Comments are closed.