oleh

Alleged Corruption Chief BMPDD Flotim Set as Suspect

Zonalinenews-Larantuka. The People’s Movement of Anti-corruption (GERTAK) of  Flotim give appreciation  for State Attorney of Larantuka performance has set the Agency  for community empowerment and Governance village (BPMPD) of East Flores Regency,Mr Ramly Lamanepa, s. Sos as a suspect in the levy case wild on 182 villages in East  Flores Regency.

Ketua Devisi Kajian Startegis Gertak Flotim Ola Mangu Kanisius, SH
Ketua Devisi Kajian Startegis Gertak Flotim Ola Mangu Kanisius, SH

 

This cases was reported to the State Attorney of Larantuka by GERTAK of Flotim and finally Mr Ramly Lamanepa set as a suspect.

The Chairman Review Strategic of  GERTAK  Mr Ola Mangu Kanisius, SH, in Kupang, on sunday 8 sepetember 2013 ,he said determination of Mr Ramly Lamanepa as suspects showes that State Attorney of Larantuka is proffesional and  committed to completing the case of wild charges.

Mr Ola Mangu hope, determination of Mr Ramly Lamanepa as a suspect is the entrance to find out who the actors from wild collection case. So “We suspect,Mr Ramly Lamanepa as just a field operator in this context would be sacrificed,”.

Mr Ola Mangu says ,Mr Ramly Lamanepa should openly deliver the State Attorney about source of the fund levy refunds are returned to the villages at the time of inquiry process is underway in The State Attorney’s office. “We suspect the pickings were utilised in regard to budget negotiations in Jakarta,” he said.

Meanwhile, the Head of criminal division’s section of larantuka (Kasi Pidsus) Mr. Bambang Suparyanto  says ,Mr Ramly Lamanepa set as a suspect after a team of prosecutors to handle the case is rolling out the matter some time ago.

According to him, based on some of evidence Mr Ramly Lamanepa ought to be defined as a suspects.

Mr Lamanepa punished by Law Number 20 of 2001 about the eradication of criminal acts of corruption, article 12 letter “e”. Based on that,Mr Lamanepa isliable to imprisonment for a minimum of fours years and the longest twenty years with a fine of at least 200 million rupiah.(* Rusdy)

Indonesian Version

Diduga Korupsi Kepala BMPDD Flotim ditetapkan tersangka

Zonalinenews-Larantuka. Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flotim memberikan apresiasi menyambut baik kinerja Kejaksaan Negeri Larantuka yang sudah menetapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Flores Timur, Ramly  Lamanepa, S.Sos sebagai tersangka dalam kasus pungutan liar  pada 182 desa di Kabupaten Flores Timur.

Kasus pungutan liar ini dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Larantuka oleh Gertak Flotim, dan akhirnya Kejari Larantuka dengan tegas menetapkan Ramly Lamanepa sebagai tersangka.

Ketua Devisi Kajian Startegis Gertak Flotim Ola Mangu Kanisius, SH, di Kupang, Minggu 8 sepetember 2013 mengatakan, penetapan Ramly Lamanepa sebagai tersangka menunjukan bahwa Kejari Larantuka cukup profesional dan berkomitmen menuntaskan kasus pungutan liar.

Ola Mangu berharap, penetapan Ramly Lamanepa sebagai tersangka merupakan pintu masuk untuk mengetahui aktor kasus pungutan liar bagi para kepala desa di Flotim. Sehingga “Kami menduga, Ramly Lamanepa hanya sebagai operator lapangan yang dalam konteks ini mau dikorbankan,”.

Ola Mangu Menambahkan, Ramly Lamanepa harus secara terbuka menyampaikan kepada aparat Kejaksaan Negeri Larantuka soal sumber dana pengembalian uang pungutan yang dikembalikan ke desa-desa saat proses penyelidikan sedang berlangsung di Kejari Larantuka. “Kami menduga hasil pungutan itu sudah terpakai dalam kaitan untuk loby-loby anggaran di Jakarta,” katanya.

Sementara itu Plt. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Larantuka Bambang Suparyanto di Larantuka belum lama ini mengatakan, Ramly Lamanepa ditetapkan sebagai tersangka setelah tim jaksa yang menangani kasus ini  menggelar perkara beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berdasarkan sejumlah alat bukti Ramli Lamanepa patut ditetapkan sebagai tersangka.

Lamanepa dijerat dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pasal 12 huruf “e”. Berdasarkan itu, Lamanepa diancam hukuman penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun dengan denda minimal Rp 200 juta.(*Rusdy)

 

 

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT