oleh

10 Anak Muda Muhammadiyah Dongkrak Suara JOKOWI

Zonalinenews-Jakarta , Pecapaian PAN di pileg yang lalu yang mencapai 7% tidak serta merta mengangkat suara pasangan urut nomor 1 di beberapa kantung suara berbasis warga muhammadiyah. Dari pemantauan relawan matahari indonesia setidaknya memperlihatkan dari 52 % suara di kantung-kantung basis muhammadiyah justru memenangkan jokowi-jk.

10 orang muda Muhamadiyah

Dari 23 propinsi dari pusat pemantauan relawan matahari indonesia  center di kebayoran memperihatkan pasangan jokowi jk lebih unggul dan lebih dipilih warga di daerah tersebut. Meski pergerakan di masa kampanye yang lalu, warga dianggap lebih dominan akan memilih Nomor  1 dikarenakan ada perwakilan dari mereka.

Koordinator Relawan Matahari Indonesia Izzul Muslimin rabu 16 Juli 2014 disekertariat RMI menyampaikan fenomena ini sangat menarik, bahwa kecenderungan mayoritas memilih nomor 1 dalam warga kami (Muhamadiyah) tidak serta merta menyebabkan warga menetapkan hatinya, karena di perjalanannya banyak warga yang ingin mengekspresikan dukungannya ke nomor 2, namun belum ada tempat dan cenderung berdiri sendiri-sendiri di kantung-kantung suara Muhammadiyah. “ Hal inilah yang menyebabkan saya berinisiatif dan amanah teman-teman dari beberapa daerah, meminta agar ada gerbong yang dapat menyalurkan aspirasi warga kepada pasangan nomor 2, kemudian teman-teman mengamanahkan untuk membentuk Relawan Matahari Indonesia,”tegas Izzul .

Dikatakan Izzul , 31 mei 2014 lalu , didukung 10 orang termasuk dirinya mendeklarasikian  diri. Dan Alhamdulillah dalam waktu singkat beberapa warga meminta untuk dapat dipandu mendeklarasikan dukungan ini. “ Ajakan ini dilakukan dengan sangat hati-hati, dengan memperhatikan status sosial media mereka dan informasi dari teman-teman terdekat,”ungkap Izzul.

Ia menjelaskan , Deklarasi di pusat akhirnya di punggawai oleh 10 orang dengan seadanya dan didukung teman-teman di 5 propinsi yang telah sia. RMI memulai geliatnya, tidak disangka gayung bersambut, teman-teman yang selama saya menduga  ke arah mainstream, kemudian menelpon dan menyatakan dukungannya secara personal. Hingga saat ini sudah 23 propinsi yang sudah bergabung dan terus melakukan pemantauan sampai saat ini.

Pada kesempatan tersebut Salah satu Relawan RMI Sumut Amirullah Hidayat menyampaikan fenomena yang sama ia jumpai di daerah, banyak warga yang tidak punya tempat dalam mengekspresikan dukungannya kepada no 2, setelah ia mendapat masukan dari teman-teman RMI Jakarta, Amir segera mendeklarasikannya, dan dampaknya cukup mengagetkan dukungan warga mengalir cukup banyak. Ini terbukti dengan perolehan suara kami yang mencapai 51 persen di pencoblosan kemarin, itupun tidak semua kami data. Situasinya sangat berbeda sekali ketika pileg, ketika warga lebih banyak memilih perwakilan mereka di salah satu partai politik. Namun di Pilpres kali ini suara mereka terbelah. Dan ini menandakan banyak warga yang belum berani mengekspresikan ke no. 2 namun dalam bilik suara mencoblos no 2. Ini fenomena warga kami di kantung-kantung suara Muhammadiyah.

Begitu di Kalimantan Barat, Edi Satria salah satu relawan RMI di Kalimantan Barat menyampaikan, di kabupaten Melawi yang merupakan kampung anggota DPR RI PAN justru warga lebih memenangkan no 2, kemudian Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD berasal dari Golkar, namun tidak bisa menghentikan warga untuk memilih no 2. Fenomena ini juga terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu yang Bupatinya berasal dari PPP, kemudian Kabupaten Sambas yang Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian di Kabupaten Ketapang yang Wakil Bupatinya berasal dari PAN. Kemudian Kabupaten Benkanyang yang Bupatinya dari Demokrat. Disemua daerah warga memenangkan no. 2. Ini fenomena menarik, yang sangat berbeda situasinya ketika pilihan warga kami di Pileg yang lalu

Menurut Izzul Muslimin fenomena ini terjadi merata di beberapa basis kantung suara Muhammadiyah. Kita tentu masih ingat di masa kampanye waktu itu, ketika Jokowi ingin bersilaturahmi dengan keluarga KH. Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta dan mendapat penolakan dari warga setempat. Namun yang terjadi setelah pencoblosan, justru pasangan no 2 menang di daerah tersebut. Begitulah keterangan yang disampaikan ketua RMI Pusat Izzul Muslimin yang juga merupakan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah dan merupakan menantu dari warga kauman dan juga tokoh muhammadiyah.

Kordinator Relawan Matahari Indonesia Ihsan Muhammad menyampaikan RMI melakukan rekapitulasi suara di 4.144 TPS di 23 Propinsi dengan total suara 1.119.230. Hasilnya pasangan urut  1 memperoleh 48% dan pasangan urut 2 memperoleh 52 %  yang memenangkan Jokowi-JK.

“Data ini memperlihatkan trend yang hampir sama yang telah dikeluarkan beberapa lembaga survei yang kredibel. Ini murni pemantauan, bukan survey maupun penelitian. RMI menempatkan relawannya untuk memantau TPS khususnya yang ada basis warga Muhammadiyah. Tujuan pemantauan ini selain untuk mengawal suara Jokowi JK juga dilakukan untuk mengevaluasi kinerja RMI,”tegas Ihsan.

 

Lebih Lanjut menueurt Ihsan, sampai saat  ini, RMI Center masih di gawangi 10 Anak Anak Muda Muhammadiyah diantarnya Izzul Muslimin, Ulfa Mawardi, Faozan Amar, Muhammad Ihsan Tandjung, Masyhuri Mashuda, Satria Chandra Wiguna, Humaira Qulsum Blegur, Adi Rosadi, Tarida Alisastroamidjoyo dan Razikin

“Seusai hari pencobosan, Bapak Jokowi secara khusus menemui 10 anak muda ini dan menyampaikan terima kasih dengan menyampaikan harapan kepada RMI sebagai representasi anak muda yang kreatif dan mengajak mereka untuk terus membaktikan karyanya di negeri ini. Karena dari anak-anak muda seperti inilah kesadaran kita berbangsa menjadi terbuka dan terbangun kebersamaan. Apa yang mereka lakukan hampir sama ketika saya muda dulu, tak banyak yang mendukung apa yang saya yakini, namun justru dari hal inilah mereka bangkit dan menjadi agen perubahan. Saya kira apa yang dilakukan anak-anak muda ini menunjukkan kondisi bangsa ini perlu penyegaran dan perubahan. Patut kita apresiasi, ”tandas Ishan.

Diakhir kesempata Izzul Muslimin menyampaikan bukan hal yang mudah mengajak dan menghimpun warga muhamadiyah, tak sedikit pihaknya mendapatkan penolakan dari warga muhamadiyah. “ saya tetap menghormati dan menjaga situasi ini sampai sekarang. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini, saya  mengajak Anak Muda Muhammadiyah yang berada di RMI baik di indonesia maupun luar negeri untuk tetap menjaga situasi dan keutuhan kita sebagai bangsa. “ ini adalah kemenangan Anak-Anak Muda yang merindukan perubahan bangsanya. Kedua mengembalikan amanah ini kepada warga yang telah memilih. Bahwa inilah moment bahagia memperkuat persatuan dan kesatuan untuk memajukan peradaban politik warga di kantung-kantung suara muhammadiyah ke depan serta berterima kasih kepada semua warga yang telah memilih nomor 2,”ungkap Izzul. (*humas RMI)

 

Perolehansuarahasilpemantauan RMI Center:

Propinsi  No urut 1 No urut 2
Nasional 48% 52%
Sulsel 24% 76%
Sulbar 28% 72%
Papua barat 34% 66%
Jateng 37% 63%
Kalbar 38% 62%
Dki 41% 59%
Ntt 42% 58%
Diy 44% 56%
Sulut 46% 54%
Sumut 49% 51%
Bengkulu 51% 49%
Banten 51% 49%
Jabar 53% 47%
Maluku 53% 47%
Aceh 55% 45%
Jatim 59% 41%
Gorontalo 59% 41%
Maluku utara 60% 40%
Sulteng 62% 38%
Riau 63% 37%
Ntb 70% 30%
Sumbar 76% 24%