Balai POM NTT dan Tim Musnahkan Barang Expired

pemusnahan barang expired di kantor Balai POM Kupang, oleh Kepala Balai POM kupang disaksikan oleh tim
Bagikan:

Zonalinenews-Kupang,-75 Barang rusak dan tidak ada lebel serta  58 barang yang tidak memenuhi ketentuan Standar Balai Pengawasan Obat dan  Makanan NTT  termaksud makan rusak , obat rusak, Kosmetik tanpa ijin edar serta  barang rusak atau expired, itu ditemukan di toko –toko yang berada di kota kupang. barang –barang ini berhasil diamankan dalam  operasi yang dilaksanan Balia POM Kupang dan tim beberapa waktu lalu di Kota Kupang.

pemusnahan barang expired di kantor Balai POM Kupang, oleh Kepala Balai POM kupang disaksikan oleh tim
pemusnahan barang expired di kantor Balai POM Kupang, oleh Kepala Balai POM kupang disaksikan oleh tim

Dari operasi ini tim menemukan makanan ringan ,minun , obat-obatan , kosmetik  tidak layak eder dan rata -rata barang tersebut  expired dan ditemukan di toko-toko di Kota Kupang . “Barang expired adalah faktor tidak sengaja , atau kurang  teliti dari  pemilik toko yang kurang memperhatikan lebal serta masa berlaku produk  tersebut ,’’demikian disampaikan Kepala Balai POM Kupang , Ruth Diana Laiskodat sesuasi acara pemusnahan barang tersebut hasil oprasi di pelataran kantor balai  POM kamis 16 Juli 2015 pukul 11.30 wita. barang-barang expired ditemukan Balio POM dan tim pada saat melakukan operasi dalam rangka menjelang hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah.

BACA JUGA:   Nurul Penderita Kanker Kelenjar Getah Bening Butuh Uluran Tangan Dermawan

Dikatakanya , operasi Gabungan dilakukan di 4 titik di Kota Kupang dengan 1 titik dipantuan 1 tim dan tim yang turun terdiri dari 4 tim gabungan dari Balai POM NTT, Dinas kesahatan Porpinsi NTT dan Kota Kupang ,Perindag NTT dan Kota Kupang, Sat Pol PP NTT dan Kota Kupang, serta Pihak Polda NTT  yang melakukan operasi ini  terkiat perayaan Idul Fitri, karena rata –rata menjelang hari raya banyak barang tidak memenuhi standar kesehatan bereder di tengah-tengah masyarakat sehingga operasi ini dilaksanakan.

Ruth  menambahkan, karena masing-masing instansi setiap tahun  menjeleng hari raya melakukan operasi rutin dan operasi dilasanakan secara sendiri –sendiri . akhirnya tercetus ide untuk melakukan oparasi secara tim karena bila operasi dilakukan sendiri-sendiri oleh intasni masing-masing maka yang terjadi kasih pedangangnya karena harus melayani intansi yang melakukan operasi dan banyak intansi melakukan operasi jelang hariraya dan itu sangat mengnagu bagi pedangan , sehingga diputuskan untuk operasi dilakaun secara bersama dalam bentuk tim. (*rusdy)


Bagikan:
Advertisement