oleh

185 Juta Pemilih Bertaruh Nasib Pada Hasil Putusan MK

Oleh :  Farid Ari Fandi

Zonalinenews-Jakarta,- Aksi massa yang brutal dan melawanKepolisian adalah bentuk kekerasan yang tak perlu ditunjukkan kepada sesame anak bangsa. Karena saat ini proses keputusan di DKPP dan MK akan menjadi pedoman selanjutnya dalam menyikapi hasil Pemilu. Keputusan hokum ini harusnya yang menjadi pijakan kita semua, untuk menyikapinya dengan bijak. Justru dengan banyaknya kerusakan yang terjadi akibat aksi massahariini (kamis 21 /8/14) ,dampaknya kembali akan kembali dimasyarakat.

farid
farid

 

 

Terutama masyarakat  Jakarta yang sedang berjuang untuk mencari nafkahkeluarga di sekitar tempat aksi massa tersebut.

Masyarakat  sedang diuji untuk lebih mengerti tentang makna perjuangan dan memulai segala yang diperjuangankan dengan cara yang baik. Tontonan yang kita lihat hari ini adalah pemimpin menggunakan masyarakat  sebagai alat untuk mencapai keinginannya dengan cara-cara merusak, membakar, danmengancam lingkungan. Padaakhirnya  euphoria perjuangan itu hanya bermakna semu dan berakhir pada masyarakat  Jakarta yang harusmenganggung segala kerusakan yang disebabkannya. Lalu,  pertanyaannya apakah pasca kerusakan tersebut ada yang berani menyatakan bertanggungjawab. Yang kita lihat adalah para pelakunya berlarian saling menyelamatkan diri. Betapa sedihnya melihat saudara-saudara kita sendiri dikejar-kejar, luka-luka, masuk rumah sakit, ditangkap dan dipidana. Andaikan mendapat sesuatu dari itupun mungkin tidak dapat menyembuhkan luka dan sedih keluarganya akibat memperjuangkan nasib yang belum tentu akan memperjuangkannya. 50 orang dinyatakan terluka ringan sampai berat padahari ini dan akhirnya masyarakat kembali harus menanggung akibat perbuatan yang  tidak bertanggungjawab ini.

Memberi amanah pada seorang pemimpin, berarti masyarakat menitipkan amanah untuk diperjuangkan dengan cara-cara yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan serta kembali kemasyarakat dengan kondisi  yang baik. Yang akan member nilai lebih untuk masyarakat bukan berkurang kadarnya atau malah rusak dari aslinya.  Disinilah kita dapat mempercayai seseorang mampu menjadi pemimpin, dan berhak kita titipkan amanah kepundaknya. Sudah saatnya, semua euphoria dan saling dukung mendukung  yang  fanatic dan berlebihan sudah harusnya kita tanggalkan. Ikatan emosional yang kuat kepada masing-masing calon yang di idamkan harus mulai diturunkan. Karena ditakutkan bila berlebihan akibatnya akan menjadi buta dan menempuh segala cara, tanpa memikirkan kerugian yang akan menimpa keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jangan sampai anak cucu kita justru menaruh dendam yang  tak beralasan karenaPemilu yang berlangsung hanya sekejap ini. Sedangkan kehidupan kita sebagai bangsa dan warga Negara Indonesia akanberlangsung terus menerus dan generasi setelah kita pun  akan kita tinggalkan. Kemudian apakah dendam ini yang akan kita wariskan kepada generasi selanjutnya. Tentunya jika ini yang terjadi, Indonesia takakan berumur lama dan semua yang kita sayangi akan hilang tanpa kita sadari akibat perbuatan ini.

Semua unsur yang bekerja dari dua kubu harusnya bias mengembalikan peran semua relawan, partai, para simpatisan untuk kembali di masyarakat. Jangan dijanjikan dengan hal-hal yang belum tentu dapat dipenuhi. Dan juga jangan terlena dengan kondisi ini. Karena tantangan kedepan akan lebih berat dan membutuhkan energy dan sumbangsih kita semua sebagai anak bangsa.  Semangat yang sudah diperjuangkan sudah seharusnya dikembalikan kepada Rakyat Indonesia. Mau menang atau kalah, karena maknanya itu adalah amanah rakyat  yang harus membawa kesejahteraan sebagaimana yang diamanatkan para pendiri bangsa dan UUD 1945. ApakahJokowi – JK danPrabowo – Hatta bias memegang amanah ini dan bekerjasama dengan Ratusan Juta Harapan Rakyat Indonesia. Kita tunggu saja, 280 Juta pasang mata akan meletakkan peradaban bangsa kepada Jokowi – JK danPrabowo – Hatta untuk mewujudkannya. Kita sambut hasil ini dengan sujudsyukur dan berdoa, semoga Allah meridhoi, memberi  kedamaian dan kesejahteraan untuk semua bangsa Indonesia. Dan kedepankitaberharap DPR yang  baru dapat memperbaiki sistem UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, UU No. 8 Tahun 2012 Penyelenggaraan Pemilihan DPR, DPRD dan DPD dan UU No. 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pemiludan UU No. 42 Tahun 2008 Tentang Pilpres Pelaksanaan Pemilu dalam mempersiapkan Pemilu Serempak  PILEG dan PILPRES di tahun 2019. (* Relawan Matahari  Indonesia)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT