oleh

Penjudi Malam Ditangkap Polda NTT, Siang Dilepaskan Karena Kurang Bukti

Zonalinenews-Kupang,- Rabu 15 Oktober 2014 Pukul 21.00 Wita Tim Direktorat kriminal Umum Polda NTT melakukan pengrebekan di belakang  gudang toko Virgo Bagus. Gudang ini  di jadikan tempat permainan judi  kartu.  Pada permainan judi tersebut diduga  melibatkan 3 Anggtota DPRD Kota Kupang, salah satu anggota DPRD Kota kupang berasal dari dapil Alak yang berinisial YN,”  ujar salah satu sumber terpercaya di Mapolda NTT kamis 16 oktober 2014 pukul 10.00 wita.

Kasubdit kejahatan dan kekerasan Ditreskrimum Polda NTT, Renaldy
Kasubdit kejahatan dan kekerasan Ditreskrimum Polda NTT, Renaldy

Menurutnya, semalam para pemain judi tersebut diamankan dan diperiksa diruang penyidik Direktorat krimanal Umum Polda NTT sejak Pukul 11.00 wita sampai saat ini Kamis NTT kamis 16 Oktober 2014 pukul 10.00 wita .”Para pemain Judi yang diamankan sebanyak delapan orang , salah satu diantaranya anggota DPRD Kota Kupang Dapil Alak yang ia ketahui dan mengenal dengan baik, bahkan barang bukti berupa uang dan kartu juga telah diamankan, ” Itu semalam mereka diperiksa dari malam sampai saat ini,” jelasnya.

Mendegar informasi tersebut para wartawan, baik media cetak maupun elektronik menunggu dari  pagi dari pukul 08.30 wita hingga 17.00 wita hasil pemeriksaan para pemain judi tersebut oleh penyidik  namun wartawan tidak mendapatkan hasil karena diduga informasi tersebut dirahasiakan.

Diduga para dan pelaku bandar judi yang telah diperiksa dan telah diupayakan kabur oleh petugas tanpa diketahui wartawan.

Setelah lama menunggu , salah satu wartawan menginformasikan masalah ini sekaligus meminta kepada Kapolda NTT, Brijen Pol Endang Sunjana tanggapannya lewat via SMS terkait Penangkapan judi yang dilakukan oleh bawahannya, karena  Kapolda NTT lagi bertugas ke Luar daerah.

Jelang beberapa menit kemudian  Kasubdit kejahatan dan kekerasan Ditreskrimum Polda NTT, Renaldy datang menghampiri wartawan lalu  menjelaskan bahwa  dirinya mendapatkan perintah dari Kapolda untuk menjelaskan persoalan tersebut .

Padahal sebelumnya para penydidik dan Petinggi  yang berada di  bagian Dirkrimum engan berkometar atau memberikan informasi.

Lebih lanjut  Renaldy menceritakan , kronologis penangkapan tersebut yakni tim polda NTT mendapatkan informasi adanya aktivitas perjudian di sebuah gudang di wilayah seputaran wilayah Oesapa. saat tim mendatangi lokasi, kondisinya tertutup dan pintunya digembok, serta jarak antara gudang dan meja judi berjarak 100 meter.
“Kami membuat keributan di luar gudang sehingga anak buah gudang membuka pintu gudang, lalu anggota tim berhasil masuk ke dalam gudang. Namun saat petugas hendak mengamankan para pelaku, mereka dengan cepat mematikan lampu dan mengamankan sejumlah barang bukti,” jelasnya.

ketikan ditanya terkait keterlibatan anggota dewan kota kupang, Rinaldi membantah dan menjelaskan  pelakunya adalah bukan anggota dewan. “Pelakunya bukan anggota dewan kota seperti yang disebutkan tadi, melainkan salah satu anggota dewan dari salah satu kabupaten di Wilayah Timor,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan barang bukti apapun sehingga tidak dapat menetapkan status tersangka dan kewenangannya dibatasi selama 1×24 jam.
“kami hanya diberikan kewenangan 1×24 jam saja untuk penyelidikan, karena tidak ada alat bukti yang cukup maka kami melepaskan para pelaku karena sudah lewat batas waktu yang ditentukan,” jelasnya.(*tim)