oleh

Akhirnya AKD DPRD Rote Resmi Terbentuk

Media Group : Zonalinenews,Erende Post -BA’A, – Akhirnya alat kelengkapan DPRD Rote Ndao berhasil terbentuk dalam sidang pembentukan alat kelengkapan DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD Rote Ndao Insan Saudale.Demikian hasil pantauan media ini di ruang sidang gedung DPRD Rote Ndao, Rabu 12 November 2014 .

Pantauan wartawan, sidang diawali dengan pembagian formulir kepada para pimpinan fraksi untuk pendistribusian anggota fraksi ke komisi, badan anggaran, badan legislasi, dan badan kehormatan.

Usia pendistribusian anggota dari delapan fraksi ke alat kelengkapan lalu sidang diskors untuk dilakukan penentuan pimpinan komisi, badan legislasi, dan badan kehormatan.

Dari hasil pemilihan dan musyawarah ditingkat komisi akhir terpilihlah ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi serta ketua badan legislasi dan ketua badan kehormatan.

Untuk Ketua Komisi A dijabat oleh Alfret Saudila dari Fraksi Partai Nasdem, Ketua Komisi B dijabat Yosia Adrianus Lau dari Fraksi Partai Golkar, Ketua Komisi C dijabat Anwar Kia dari Fraksi PKB sementara Ketua Badan Legislasi dijabat oleh David Detaq dan Ketua Badan Kehormatan dijabat oleh Charly Lian.

Hasil pemilihan dan musyawarah langsung dilakukan penetapan oleh Ketua DPRD Rote Ndao Insan Saudale dengan terlebih dulu membacakan pengumuman komposisi pimpinan dan keanggotaan komisi-komisi, badan anggaran, badan musyawarah, badan legislasi daerah, dan badan kehormatan pada DPRD Rote Ndao dengan Nomor : 175/233/SETWAN/RN/2014.

Diberitakan sebelumnya, dua bulan pasca dilantik, para wakil rakyat yang berkantor di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao belum melaksanakan tugasnya secara maksimal.

Hal ini dikemukakan tokoh politik di Kabupaten Rote Ndao, Hans Solokana saat berbincang dengan wartawan di Ba’a, Kamis  6November 2014.

Ia beranggapan, setelah dilantik dua bulan yang lalu para wakil rakyat belum bekerja dan memberikan kontribusi terhadap daerah ini. Ia kuatirkan belum optimalnya kinerja para wakil rakyat disebabkan karena alat kelengkapan dewan yang merupakan bagian terpenting dalam lembaga itu hingga saaat ini belum terbentuk.

“Sebagai warga, saya pertanyakan itu ada apa, kok sudah dua bulan dilantik, tapi alat kelengkapan dewan saja hingga saat ini belum terbentuk. Ada apa itu, apakah karena tarik ulur jabatan dalam komisi dan kelengkapan dewan lainnya,” kata Hans.

Sementara AKD dalam lembaga tersebut menurut Hans, merupakan satu kesatuan dengan pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga apabila belum terbentuk maka pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan dan pembangunan akan lumpuh.

“Janganlah mementingkan diri sendiri hanya karena sebuah jabatan dalam AKD, harusnya sebagai wakil rakyat lepaskan kepentingan pribadi dan utamakan kepentingan umum,”ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini AKD belum terbentuk karena unsur pimpinan dinilai sangat lemah dan tidak tegas dalam mengambil keputusan padahal dalam tatib sudah jelas, mestinya para unsur pimpinan tegas dan mengambil keputusan, sehingga tidak berlama-lama seperti saat ini.

Terpisah ketua DPRD, Insan Saudale yang di konfirmasi di gedung DPRD Rote Ndao mengatakan, pembentukan AKD dilakukan setelah mereka melaksanakan Bimtek

“Nanti kita pulang dari Bimtek baru kita selesaikan,” katanya singkat.

Untuk diketahui, di DPR RI masih terjadi dualisme kepemimpinan antara anggota DPR RI dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH)

Dualisme kepemimpinan itu terjadi pasca para wakil rakyat asal KIH mendeklarasikan diri dengan membentuk pimpinan DPR RI tandingan.(*eno)

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT