oleh

Bupati Rotok Minta Tenaga Kesehatan Sukarela Dimoratorium

Media Group : Zonalinenews,Erende Post-Ruteng ,- Bupati Manggarai, Drs.Christian Rotok pada peringatan HKN Ke 50 tingkat Kabupaten Manggarai di Aula MCC Ruteng, Kamis 13 November 2014   lalu, menegaskan agar tenaga kesehatan sukarela dimoratorium.

“Saya minta dr.Weng moratorium tenaga kesehatan sukarela. Sedangkan 100 orang kita akomodir menjadi tenaga sukarela yang ditanggung APBD II Manggarai mulai tahun 2015. Kita telah usulkan ke DPRD Manggarai agar dialokasikan Rp 500.000 per orang per bulan dengan tidak merubah predikat tenaga sukarela,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Bupati Manggarai, DR.Deno Kamelus, SH, MH dalam sambutannya menyatakan apresiasinya yang tinggi atas kerja sama dan kebersamaan yang telah ditunjukan Dinas Kesehatan dan jajarannya.

“Luar biasa kebersamaan orang-orang Dinas Kesehatan. Kebersamaan jadi modal social yang besar untuk membangun bidang kesehatan di Manggarai,” ujarnya.

Namun Deno mengingatkan ada sejumlah tantangan yang bisa dijadikan peluang ke depan, diantaranya masyarakat masih cenderung ambil tindakan kuratif atau menyembuhkan penyakit dan bukan preventif atau pencegahan.

Tantangan lainnya, kata Deno, ada 200 tenaga kesehatan sukarela, sedangkan tenaga guru 2400. Adalah tidak adil jika kita hanya perhatikan tenaga guru dan mengabaikan tenaga sukarela di bidang kesehatan. Tenaga kesehatan sukarela juga bisa dianggarkan khusus di APBD II Manggarai Tahun 2015. Karenanya, ia mengharapkan dukungan DPRD.

Ia juga menyayangkan alokasi APBN yang rendah untuk kesehatan jika dibandingkan dengan anggaran untuk pendidikan. Sementara untuk menciptakan generasi yang cerdas, mereka harus sehat dulu.

Dikatakannya, alokasi APBN untuk kesehatan tahun 2012 hanya Rp 28 Triliun, bandingkan dengan anggaran APBN untuk pendidikan yang mencapai Rp 320 Triliun.

Di sisi lain, ujar Deno, Unesco harapkan anggaran kesehatan di setiap Negara minimal 3 persen dari PDRB tapi faktanya hanya 1,8 persen.

“Tantangan lainnya dari sisi kesadaran masyarakat yang rendah tentang budaya hidup sehat, topografi yang menantang, dan ratio antara tenaga kesehatan dan kebutuhan sangat jauh. Karena itu, kita tetap butuhkan tenaga sukarela kesehatan,” pungkasnya.

Menanggapi Deno, Ketua DPRD Manggarai, Kornelis Madur  kepada wartawan mengatakan, pihaknya setuju untuk menganggarkan dana melalui APBD Kabupaten Manggarai untuk tenaga kesehatan sukarela namun mesti disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.(*kons)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT