oleh

Dana Sisa 1,4 Milliar Milik PT. Sasando Tidak Jelas Kemana

MediA Group, Zonalinenews -Erende Post,-  Kupang, Yulius Malo Dauso membantah apa yang di katakan Wali Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Jonas Salean bahwa dirinya adalah Manager Keuagan  PT. Sasando. “Saya bukan Manager Keuagan, karena selama ini saya tidak pernah memegang SK sebagai Manager Keuagan PT. Sasando,” Demikian disampaikan Yulius Malo Dauso kepada wartawan di caffe oranje, Sabtu 1 November 2014, 13.30 wita.

Menurut Yulius, memang benar adanya surat pembemhentian dari PT. Sasando, tetapi itu sudah menjelang tiga bulan kemudian setelah saya mengundurkan diri dari PT. Sasando. “Yang membuat saya heran selama saya bergabung bersama PT. Sasando, saya tidak memegang SK, setelah saya mengundurkan diri dari PT. Sasando kok bisa ada surat pemberhentian. Ini sangat aneh, “Ujarnya.
Ia mengatakan, semua keuangan PT. Sasando itu langsung di kelola oleh Direktur Utam (Dirut) PT. Sasando Sulaiman M Louk, “Uang operasional  saya sendiri harus minta ke Dirut, apa ini  yang dikatakan saya sebagai Manager Keuagan di PT. Sasando, dan apa yang di katakan Dirut kepada Wali Kota Kupang bahwa, saya di berhentikan karena saya tidak bertangung jawab dengan pekerjaan saya. laporan Dirut ini sangat tidak benar, “Katanya.

Ia menegaskan, semua material non lokal hasil pembelanjaan di surabaya itu sudah ada di lokasi pembuatan kandang ayam milik PT. Sasando di Kelurahan Penkase Kecamatan alak sudah 90 persen. Semua nota – nota pembelanjaan saya sudah serahkan ke Dirut. Saya membuat dua rangkap surat penyerahan barang, satunya saya pegang dan satunya lagi Dirut yang pegang. “Surat ini sendiri di buat setelah pemerikasaan material, dan dinyatakan lengkap sehingga surat tersebut di buat atas kesepakatan bersama, “Katanya.

Ia menegaskan, keterlambatan pengiriman material ini dikarenakan, kekosongan dana di PT. Sasando sehingga, pegiriman material itu sedikit terlambat. “Setelah saya sampai di kupang kurang lebih satu bulan, baru PT. Sasando mengirim uang ke expedisi di surabaya sehingga material tersebut bisa di kirim ke kupang, “Jelasnya.

Ia menambahkan, material non lokal yang di belenjakan untuk pembangunan kandang ayam saja menghabiskan dana Rp 500 juta, sendangkan pembelanjaan mesin cetak milik PT. Sasando kurang lebih Rp 700 juta, belum lagi dengan pembelanjaan lainnya yang sehingga masuk pada nominal 1,2 miliar, dengan total dana peryertaan modal dari pemerintah kepada PT. Sasando sebesa 2 Miliar.

“Dari dana peryataan modal  2 Milliar ini berarti masih ada sisa dana sebesar Rp 800 juta. Jika ditambahkan dengan dana perusahaan saat penyehatan perusahaan senilai Rp 600 juta, maka terdapat Rp 1,4 miliar yang ada di perusahaan PT. Sasando. Lalu Sisa dana Rp 1,4 Miliar ini dikemanakan oleh Dirut, sehingga saya sendiri tidak mengetahuinya. Gaji karyawan pun beberapa bulan belum dibayar. itu karena semua dana Dirut yang mengelolahnya, saya hanya sebagai staf pembatu pembelanjaan material saja. Apa ini yang di sebut saya sebagai Manager Keuagan, “paparnya. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT